Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

BPH Migas Ungkap Stok Pertalite dan Pertamax, Cukup Untuk beberapa Pekan

Hany Akasah • Kamis, 21 Mei 2026 | 15:31 WIB
AMAN: Antrian kendaraaan mengisi BBM di SPBU jalan Ahmad Yani Surabaya, BPH Migas Pastikan Stok BBM Nasional Masih Aman.
AMAN: Antrian kendaraaan mengisi BBM di SPBU jalan Ahmad Yani Surabaya, BPH Migas Pastikan Stok BBM Nasional Masih Aman.

radarsurabayabisnis.id - BPH Migas memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional masih berada dalam kondisi aman di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap ancaman krisis energi global. Hingga 18 Mei 2026, persediaan berbagai jenis BBM disebut masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa pekan ke depan.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengungkapkan stok Pertalite (RON 90) saat ini mencapai 1,37 juta kiloliter (kl) dengan ketahanan sekitar 16 hari. Sementara stok Pertamax (RON 92) tercatat sebesar 561 ribu kl atau cukup untuk 27,8 hari.

“Untuk RON 98 atau Pertamax Turbo, ketahanannya mencapai 61,7 hari. Jadi secara umum stok BBM nasional masih sangat aman,” ujar Wahyudi dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Selasa (19/5).

Baca Juga: Pertamina Temukan Potensi 11 Miliar Barel Minyak Baru

Tak hanya bensin, stok solar nasional juga dilaporkan masih mencukupi. BPH Migas mencatat persediaan solar mencapai 1,57 juta kl dengan ketahanan 16,4 hari, sedangkan Pertamina Dex memiliki ketahanan hingga 35 hari.

Di sektor penerbangan, stok avtur tercatat sebesar 385 ribu kl atau cukup untuk 26,6 hari operasional. Sementara stok minyak tanah atau kerosin berada di angka 16 ribu kl dengan ketahanan sekitar 11,8 hari.

Wahyudi menegaskan distribusi BBM di berbagai daerah hingga saat ini masih berjalan normal dan pasokan energi nasional tetap terjaga meski dunia menghadapi ketidakpastian geopolitik dan ancaman krisis energi.

Meski stok BBM dinyatakan aman, pemerintah tetap mengingatkan masyarakat agar mulai lebih bijak menggunakan energi. Konsumsi BBM yang terus meningkat tanpa diimbangi budaya hemat energi dinilai dapat memperbesar risiko gangguan ketahanan energi nasional di masa mendatang.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Bergejolak, Kemenkeu Jamin Defisit APBN 2026 Terkendali Tanpa Kenaikan BBM

Pakar kebijakan publik Trubus Rahardiansah menilai perilaku konsumsi energi yang masih boros menjadi tantangan serius, baik di sektor rumah tangga maupun industri.

Menurut dia, Indonesia perlu mulai memperkuat langkah mitigasi krisis energi seperti yang dilakukan sejumlah negara di Asia dan Australia.

“Kalau penggunaan energi terus meningkat sementara perilaku hemat energi belum terbentuk, Indonesia bisa menghadapi ancaman krisis energi di masa mendatang,” ujarnya.

Ia juga mendorong pemerintah memperketat kebijakan penyaluran BBM subsidi agar lebih tepat sasaran, termasuk melalui pembatasan berdasarkan kapasitas mesin kendaraan.

Selain itu, masyarakat diminta mulai mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dan lebih mengutamakan penggunaan transportasi publik sebagai bagian dari upaya penghematan energi nasional.

Editor : Hany Akasah
#bbm subsisdi #pertamax #pertalite #bbm #bph migas