RADAR SURABAYA BISNIS - Pasar otomotif Indonesia kembali menunjukkan geliat positif pada April 2026.
Peningkatan penjualan kendaraan roda empat atau lebih tidak hanya mendorong pertumbuhan industri, tetapi juga mulai mengubah peta persaingan antar merek di pasar nasional.
Di tengah dominasi merek Jepang yang selama ini menguasai pasar otomotif Indonesia, sejumlah produsen asal Cina mulai menunjukkan perkembangan signifikan dan perlahan merangsek ke jajaran merek dengan penjualan tertinggi.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Toyota masih mempertahankan posisi teratas dalam penjualan kendaraan nasional, baik dari sisi distribusi wholesales maupun penjualan ritel.
Baca Juga: Harga Sembako Surabaya, Gresik, Sidoarjo Kamis 21 Mei 2026, Daging Kompak Turun
Sepanjang April 2026, Toyota mencatat penjualan sebesar 25.686 unit dan tetap menjadi pemimpin pasar otomotif Indonesia.
Posisi kedua ditempati Daihatsu dengan penjualan mencapai 13.399 unit.
Sementara Suzuki berada di peringkat ketiga setelah membukukan penjualan sebanyak 7.160 unit.
Di bawahnya, Mitsubishi Motors mencatat penjualan 5.183 unit.
Baca Juga: Rupiah Kembali Melemah Meski BI Naikkan Suku Bunga 5,25 Persen
Menariknya, produsen kendaraan listrik asal Cina, BYD, berhasil masuk lima besar dengan total penjualan mencapai 4.635 unit.
Capaian tersebut memperlihatkan meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik sekaligus semakin kuatnya penetrasi merek Cina di Indonesia.
Selain BYD, merek asal Cina lainnya, Jaecoo, juga mulai mencuri perhatian setelah mencatat penjualan 3.219 unit dan berhasil masuk dalam daftar 10 besar merek mobil terlaris.
Sementara itu, Mitsubishi Fuso berada di posisi keenam dengan penjualan 3.569 unit, disusul Isuzu sebanyak 2.469 unit.
Honda tercatat menjual 2.363 unit pada April 2026, sedangkan Hino menutup daftar 10 besar dengan penjualan 1.752 unit.
Meningkatnya kehadiran merek-merek Cina dinilai menjadi sinyal perubahan tren di industri otomotif nasional.
Baca Juga: Emas Antam Rebound, Harga Buyback Juga Ikut Meroket
Selain menawarkan teknologi kendaraan listrik, produsen Cina juga dinilai agresif menghadirkan desain modern serta harga yang kompetitif.
Di sisi lain, merek Jepang masih tetap menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia berkat jaringan layanan yang luas dan tingkat kepercayaan konsumen yang sudah terbentuk selama bertahun-tahun.
Persaingan yang semakin ketat ini diperkirakan akan terus berlanjut, terutama seiring pertumbuhan pasar kendaraan listrik dan meningkatnya minat masyarakat terhadap mobil dengan teknologi baru. (iza/han)
Editor : Hany Akasah