RADAR SURABAYA BISNIS – Badan Gizi Nasional (BGN) terus memacu realisasi pengadaan kendaraan roda dua listrik untuk mendukung mobilitas distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini tidak hanya menjadi strategi logistik untuk menjangkau wilayah pelosok dan gang sempit, tetapi juga menjadi angin segar bagi industri otomotif dalam negeri.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa hingga 20 Maret 2026, realisasi pengadaan telah mencapai 85,01 persen. Dari total 25.644 unit yang dikontrakkan, sebanyak 21.801 unit telah berhasil diselesaikan oleh penyedia. Proyek yang dianggarkan sejak 2025 ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun ini.
Baca Juga: BKN Alihkan 38 Ribu Penyuluh Pertanian, Amunisi Baru Capai Swasembada Pangan
Efisiensi Anggaran dan Kontribusi Lokal
Dari sisi ekonomi, pengadaan ini menunjukkan efisiensi yang signifikan. Harga per unit motor listrik BGN dipatok sebesar Rp 42 juta, angka yang lebih rendah dibandingkan harga pasar yang rata-rata mencapai Rp 52 juta. Selain efisiensi harga, proyek ini menonjolkan penggunaan komponen dalam negeri.
"Motor listrik tersebut merupakan karya dalam negeri dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 48,5 persen, dibuat di Citeureup, Bogor, Jawa Barat," ujar Dadan.
Baca Juga: IKN Sambut Kampus Pertama! Gunadarma Buka 8 Jurusan Strategis, Ini Daftarnya
Solusi Logistik di Jalur Sempit
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menambahkan bahwa pemilihan motor listrik didasari oleh kebutuhan kecepatan koordinasi di lapangan.
Di wilayah metropolitan seperti Jakarta, kendala distribusi seringkali muncul karena akses jalan yang terbatas atau gang sempit yang tidak bisa dimasuki kendaraan roda empat.
"Ketika diperlukan koordinasi cepat kan, mobil enggak bisa masuk (ke dalam gang), sepeda motor lah yang lebih cepat bisa masuk menjangkau," jelas Sony dalam agenda Satu Tahun Perjalanan MBG di Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga: Omzet Ratusan Juta, Penjual Beras SPHP Palsu Ditangkap, Penjual Kantong Kemasan Diselidiki
Motor listrik ini nantinya akan dioperasikan oleh kepala Satuan Pelayanan Pengelolaan Gizi (SPPG) untuk memastikan distribusi makanan bergizi tetap tepat waktu dan tepat sasaran di seluruh pelosok Indonesia.
Terkait potensi penyimpangan anggaran, pihak BGN memastikan seluruh tahapan pengadaan berjalan sesuai regulasi dan siap diawasi oleh penegak hukum.
Editor : Hany Akasah