Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Terjebak Konflik Timur Tengah, TKI Terancam Tak Bisa Mudik Lebaran, Ini Langkah Pemerintah

Hany Akasah • Jumat, 6 Maret 2026 | 16:59 WIB

PMI di Timur Tengah berpotensi tidak bisa mudik Lebaran akibat situasi kawasan. Pemerintah menyiapkan hotline darurat, layanan evakuasi, hingga posko mudik di Bandara Juanda.
PMI di Timur Tengah berpotensi tidak bisa mudik Lebaran akibat situasi kawasan. Pemerintah menyiapkan hotline darurat, layanan evakuasi, hingga posko mudik di Bandara Juanda.

radarsurabayabisnis.id - Gelombang mudik Lebaran 2026 berpotensi tidak bisa diikuti seluruh Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Timur Tengah. Situasi kawasan yang belum stabil membuat pemerintah Indonesia menyiapkan berbagai langkah darurat, mulai dari hotline bantuan hingga kemungkinan evakuasi WNI jika kondisi memburuk.

PMI Timur Tengah Terancam Tak Bisa Mudik Lebaran

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur, Gimbar Ombai Helawarnana, menjelaskan bahwa penanganan WNI di luar negeri sepenuhnya menjadi kewenangan perwakilan RI di negara penempatan.

Baca Juga: Ini Rahasia Sukses Pengelolaan Sampah Surabaya hingga Dipuji Menteri LHK Setara Kota Besar Dunia

Menurutnya, seluruh kedutaan dan konsulat RI di kawasan Timur Tengah saat ini terus melakukan koordinasi intensif serta memberikan imbauan kepada para PMI.

“Untuk di Timur Tengah, kondisinya sedang dikoordinasikan oleh semua perwakilan kita. Mereka sudah menerbitkan imbauan dan juga menyediakan hotline bagi pekerja migran maupun WNI di wilayah tersebut,” ujar Gimbar, Jumat (6/3).

Pemerintah Buka Hotline Darurat bagi PMI

Hotline tersebut disiapkan sebagai jalur komunikasi cepat bagi PMI yang menghadapi kondisi darurat.

Jika para pekerja migran membutuhkan bantuan atau bahkan evakuasi, laporan dapat langsung disampaikan melalui layanan darurat yang telah disediakan oleh perwakilan RI di masing-masing negara penempatan.

Baca Juga: Keren, Mahasiswa ITS Juara Kompetisi Desain Kapal Internasional, Inovasi Ini yang Bikin Dunia Terpukau

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan keselamatan para pahlawan devisa, terutama di tengah meningkatnya ketidakpastian situasi kawasan.

Jika Dipulangkan, PMI Akan Dijemput di Bandara

Pemerintah juga menyiapkan skenario jika PMI dari Timur Tengah harus dipulangkan ke Indonesia.

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran melalui BP3MI telah menyiagakan petugas di bandara untuk memberikan pendampingan hingga proses pemulangan ke daerah asal.

Baca Juga: Wamendag Roro Ungkap Biang Kerok Tingginya Harga Cabai

“Nanti ketika mereka dipulangkan ke Indonesia, kami akan siaga di bandara untuk membantu mengantar mereka kembali ke daerah asal bekerja sama dengan pemerintah daerah,” jelas Gimbar.

Posko Mudik PMI Dibuka di Bandara Juanda

Selain itu, BP3MI Jawa Timur membuka Posko Mudik PMI di Bandara Internasional Juanda untuk melayani para pekerja migran yang pulang menjelang Lebaran.

Posko tersebut beroperasi mulai H-5 hingga H+5 Lebaran dengan petugas di Helpdesk Terminal 1 dan Lounge PMI Terminal 2.

Layanan yang disediakan tidak hanya informasi kepulangan, tetapi juga bantuan kesehatan darurat, termasuk rujukan ambulans ke rumah sakit jika diperlukan.

Rata-Rata 120 PMI Tiba di Juanda Setiap Hari

Berdasarkan data BP3MI Jawa Timur, arus kepulangan PMI melalui Bandara Juanda saat ini masih stabil, dengan rata-rata 100 hingga 120 orang per hari.

Lonjakan arus mudik Lebaran belum terlihat karena puncaknya diperkirakan terjadi dalam beberapa pekan mendatang.

Sebagian besar PMI yang pulang berasal dari daerah kantong pekerja migran di Jawa Timur seperti Ponorogo, Blitar, Madiun, dan Malang. Sementara negara penempatan dengan jumlah kepulangan terbanyak berasal dari Hong Kong, Taiwan, dan Malaysia.

Editor : Hany Akasah
#mudik lebaran #tki arab saudi #PMI Timur Tengah #tki timur tengah