radarsurabayabisnis.id - Isu mengenai Harga Pertalite di tengah kenaikan Harga Minyak Global menjadi sorotan setelah harga minyak mentah dunia melonjak tajam akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan naik meski harga minyak global sedang Melonjak.
Baca Juga: RI Gaspol Transisi Energi, PLTN Pertama Target Operasi 2032 Sasar Sumatra dan Kalimantan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kenaikan harga Pertalite maupun solar bersubsidi.
“Yang subsidi, selama tidak ada kebijakan baru dari pemerintah, maka harganya tetap sama. Termasuk subsidi solar,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Selasa (4/3).
Baca Juga: Dari Tempat Kumuh Menjadi Destinasi Wisata Estetik, Ini Perubahan di Kalimas Timur Surabaya
Harga Pertalite Tetap Meski Minyak Dunia Melonjak
Kenaikan harga minyak global terjadi setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama pasca serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap fasilitas di Iran. Iran bahkan dikabarkan menutup Selat Hormuz, jalur strategis ekspor minyak dunia.
Dampaknya, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) melonjak lebih dari 11 persen dalam dua hari terakhir dan sempat menembus level di atas USD 75 per barel. Sementara minyak Brent ditutup di kisaran USD 81 per barel.
Baca Juga: Banjir Donasi di Surabaya, Ribuan Keluarga Miskin Surabaya Terima Bantuan Ramadan, Ini Sebarannya
Lonjakan ini telah melampaui asumsi Indonesian Crude Price (ICP) dalam APBN 2026 yang ditetapkan sebesar USD 70 per barel.
Meski demikian, Harga Pertalite di tengah kenaikan Harga Minyak Global dipastikan tetap stabil karena termasuk kategori BBM bersubsidi yang ditetapkan pemerintah.
BBM Subsidi dan Non-Subsidi Dibedakan
Bahlil menjelaskan bahwa BBM di Indonesia terbagi menjadi dua kategori, yakni subsidi dan non-subsidi. Pertalite dan solar termasuk dalam kelompok subsidi sehingga tidak otomatis mengikuti fluktuasi harga minyak mentah dunia.
Sebaliknya, BBM non-subsidi akan menyesuaikan harga pasar. PT Pertamina (Persero) secara rutin melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi setiap bulan sesuai perkembangan harga minyak global.
“Untuk non-subsidi, artinya harga pasar, dia akan fluktuasi berdasarkan dinamika harga pasar,” jelasnya.
Dampak ke APBN dan Risiko Subsidi Membengkak
Walau Harga Pertalite di tengah kenaikan Harga Minyak Global dipastikan tidak berubah, pemerintah tetap menghitung risiko lonjakan beban subsidi. Kenaikan harga minyak dunia berpotensi meningkatkan anggaran subsidi yang harus ditanggung negara.
Namun di sisi lain, kenaikan harga Indonesian Crude Price (ICP) juga berpotensi menambah pendapatan negara karena Indonesia masih memproduksi sekitar 600.000 barel minyak mentah per hari.
Baca Juga: Ini Resiko Berangkat Umrah Ditengah Perang Iran, Ribuan Jemaah Jatim Masih di Tanah Suci
“Ini yang harus kita hati-hati. Kenaikan harga berdampak pada subsidi, tapi juga ada tambahan pendapatan negara,” ujar Bahlil.
Pemerintah, lanjutnya, akan sangat berhati-hati dalam mengambil kebijakan agar tetap menjaga keseimbangan fiskal sekaligus memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat.
Dengan kondisi geopolitik yang masih dinamis, publik terus memantau perkembangan Harga Pertalite di tengah kenaikan Harga Minyak Global. Untuk saat ini, pemerintah memastikan harga tetap dan pelayanan distribusi BBM berjalan normal di seluruh Indonesia.
Editor : Hany Akasah