Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Potensi Indonesia Timur Makin Mempesona, Realisasi Investasi Labuan Bajo Tembus Rp1,88 Triliun

Hany Akasah • Selasa, 3 Februari 2026 | 07:28 WIB

 

Potensi wisata Laboan Bajo makin mempesona hingga membuat investor berlomba-lomba
Potensi wisata Laboan Bajo makin mempesona hingga membuat investor berlomba-lomba

RADAR BISNIS SURABAYA – Realisasi investasi di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencapai Rp1,88 triliun sepanjang tahun 2025. Sektor pariwisata kembali menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi daerah yang dikenal sebagai pintu gerbang wisata Labuan Bajo tersebut.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Manggarai Barat, Maria Imaculata Babur atau yang akrab disapa Rice, mengatakan capaian tersebut berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang disampaikan para pelaku usaha.

“Data ini bersumber dari LKPM yang wajib dilaporkan secara berkala oleh setiap pelaku usaha,” ujar Rice.

Dari total nilai investasi tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp1,75 triliun atau sekitar 93,3 persen. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp126,2 miliar atau sekitar 6,7 persen dari total investasi.otel dan Restoran Dominasi Investasi

Baca Juga: DPD RI Ning Lia Istifhama Usul Dana Rp16,7 Triliun untuk BoP Dialihkan untuk Sektor Pariwisata dan Ekonomi 

Berdasarkan sektor usaha, investasi terbesar berasal dari sektor hotel dan restoran dengan nilai mencapai Rp1,62 triliun. Sektor ini menjadi tulang punggung investasi seiring meningkatnya aktivitas pariwisata di kawasan Labuan Bajo dan sekitarnya.

Di posisi kedua, sektor jasa lainnya mencatatkan investasi sebesar Rp93,1 miliar. Disusul sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran dengan nilai Rp72,6 miliar.

Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi berada di urutan keempat dengan nilai investasi Rp49,5 miliar. Sementara sektor perdagangan dan reparasi menutup lima besar sektor penyumbang investasi dengan capaian Rp13,6 miliar.

Rice menjelaskan, dalam laporan LKPM, perusahaan wajib mencantumkan secara rinci pengeluaran investasi, jumlah tenaga kerja yang diserap, serta program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing Hari Ini, Selasa, 3 Februari 2026 

“Dalam satu laporan, perusahaan juga bisa mencantumkan lebih dari satu Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) jika memiliki unit usaha yang berbeda,” jelasnya.

Ia mencontohkan, sebuah hotel besar yang juga mengoperasikan restoran untuk umum dapat melaporkan kegiatan usahanya dalam lebih dari satu sub-sektor.(han)

Editor : Hany Akasah
#manggarai #pariwisata #wisata #labuan bajo #ntt #indonesia timur