Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

UMKM Bisa Ekspor Kantongi Transaksi Rp 2,23 Triliun

Nofilawati Anisa • Jumat, 5 Desember 2025 | 22:39 WIB

 

GAYENG: Perajin memproduksi kerajinan berbahan baku bambu di Moyudan, Sleman, D.I Yogyakarta.
GAYENG: Perajin memproduksi kerajinan berbahan baku bambu di Moyudan, Sleman, D.I Yogyakarta.

RADAR SURABAYA BISNIS - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat transaksi kegiatan penjajakan bisnis (business matching) program usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Bisa Ekspor mencapai USD 134,40 juta atau setara Rp 2,23 triliun untuk periode Januari-November 2025.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan capaian hingga November 2025 mengonfirmasi peningkatan aktivitas dan efektivitas business matching dalam membuka akses pasar internasional bagi UMKM.

"Kinerja business matching hingga November 2025 sangat menggembirakan. Nilai transaksi 134,40 juta dolar AS mencerminkan tingginya minat buyers terhadap produk UMKM Indonesia. Kami terus memperkuat kurasi, pendampingan, dan promosi agar UMKM siap merambah pasar global," kata Budi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (5/12).

Nilai transaksi tersebut, terdiri atas purchase order (PO) USD 57,45 juta dan potensi transaksi USD 76,95 juta.

Sejak Januari hingga November 2025, telah terlaksana 581 kegiatan business matching. Kegiatan ini terdiri atas 377 sesi pitching dan 204 pertemuan dengan buyers.

Dengan hasil positif hingga November 2025, Kemendag optimistis bahwa capaian business matching pada 2025 akan melampaui target dan memperkokoh peran UMKM Indonesia dalam ekspor nonmigas.

Budi menegaskan, penguatan kolaborasi pemerintah, pembina UMKM, dan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri menjadi kunci dalam meningkatkan kapasitas ekspor UMKM.

Sementara itu, nilai transaksi penjajakan bisnis pada November 2025 mencapai USD 4,23 juta.

Nilai ini berupa PO senilai USD 462.435 dolar dan potensi transaksi senilai USD 3,77 juta.

Korea Selatan dan Singapura menjadi dua negara dengan minat tinggi, termasuk untuk pembelian produk makanan olahan dan fesyen dari rangkaian Jakarta Muslim Fashion Week 2026.

"Pantauan kami, minat buyers pada November 2025 didominasi produk olahan boga bahari, perikanan, rempah, kerajinan, kopi, furnitur, serta aneka makanan dan minuman olahan," paparnya.

Tercatat ada 39 kegiatan business matching yang terdiri atas 29 sesi pitching dan 10 pertemuan buyers. Sebanyak 92 UMKM aktif berpartisipasi selama November. (nis/opi)

UMKM Bisa Ekspor
*Catat transaksi USD 134,40 juta (Rp 2,23 triliun)
*Rincian:
1. PO USD 57,45 juta
2. Potensi transaksi USD 76,95 juta
*Terlaksana 581 kegiatan business matching
*Rincian:
1. 377 sesi pitching
2. 204 pertemuan dengan buyers

*Transaksi penjajakan bisnis di November:
1. Mencapai USD 4,23 juta
2. Berupa PO sebanyak USD 462.435
3. Potensi transaksi senilai USD 3,77 juta
4. Ada 39 kegiatan business matching
5. Ada 29 sesi pitching
6. Ada 10 pertemuan buyers
7. 92 UMKM aktif berpartisipasi

Sumber: Kemendag

 

 

Editor : Nofilawati Anisa
#radar surabaya bisnis #UMKM Bisa Ekspor #budi santoso #Akses pasar #umkm #Business Matching #kementerian perdagangan