Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Jatim Catat Inflasi 2,69 Persen di Bulan Oktober 2025, Ini Pemicunya

Mus Purmadani • Selasa, 4 November 2025 | 03:46 WIB

 

ROMBONG: Kenaikan harga mamin menjadi penyebab inflasi di Jatim pada Oktober mencapai 2,69 persen.
ROMBONG: Kenaikan harga mamin menjadi penyebab inflasi di Jatim pada Oktober mencapai 2,69 persen.

RADAR SURABAYA BISNIS - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat, inflasi year on year (y-on-y) pada Oktober 2025 mencapai 2,69 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,23.

Kepala BPS Jatim, Zulkipli, menyampaikan, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sumenep sebesar 3,47 persen dengan IHK 112,75.

Sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Gresik sebesar 2,16 persen dengan IHK 107,21.

“Secara umum, inflasi ini terjadi karena adanya kenaikan harga di beberapa kelompok pengeluaran utama, terutama kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” ujar Zulkipli, Senin (3/11/2025).

Menurutnya, inflasi y-on-y di Jawa Timur didorong oleh peningkatan indeks pada sejumlah kelompok pengeluaran, yaitu makanan, minuman, dan tembakau naik 4,14 persen. Kemudian pakaian dan alas kaki naik 0,84 persen.

Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 1,34 persen.

Perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga naik 0,47 persen, kesehatan naik 1,87 persen, transportasi naik 0,79 persen.

Rekreasi, olahraga, dan budaya naik 1,09 persen. Pendidikan naik 1,71 persen, Penyediaan makanan dan minuman/restoran naik 1,43 persen.

Perawatan pribadi dan jasa lainnya naik signifikan 13,43 persen. "Sementara itu, hanya satu kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan, yakni kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang turun 0,55 persen," katanya.

Zulkipli menambahkan beberapa komoditas yang dominan menyumbang inflasi y-on-y pada Oktober antara lain emas perhiasan, beras, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai merah, minyak goreng, Sigaret Kretek Mesin (SKM), santan jadi, kelapa, kopi bubuk, serta nasi dengan lauk.

"Selain itu, komoditas sektor pendidikan seperti biaya akademi/perguruan tinggi, sekolah dasar, dan bimbingan belajar juga ikut memberi sumbangan inflasi," ungkapnya.

Sementara itu, lanjut Zulkipli, komoditas yang memberikan andil deflasi di antaranya bawang putih, cabai rawit, angkutan udara, pisang, telepon seluler, ikan mujair, tomat, laptop/notebook, dan sabun detergen bubuk.

"Untuk inflasi month to month (m-to-m), Jawa Timur mencatat kenaikan 0,30 persen, sedangkan inflasi year to date (y-to-d) mencapai 1,98 persen," ungkapnya.

Zulkipli menjelaskan, komoditas yang dominan memberi andil inflasi bulanan antara lain emas perhiasan, telur ayam ras, dan cabai merah.

Sementara cabai rawit dan daging ayam ras justru memberi andil deflasi. (mus/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#indeks harga konsumen (ihk) #Zulkipli #inflasi #BPS Jawa Timur #Oktober 2025 #sumenep #gresik