Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pasar Masih Lesu, Industri Otomotif Intensif Garap Market di Surabaya

Moh. Afik • Senin, 27 Oktober 2025 | 04:48 WIB

 

TETAP EKSPANSIF: Max Zhou (kiri) berbincang dengan mitra bisnis dari Surabaya tentang peluang market mobil kelas premium di Surabaya.
TETAP EKSPANSIF: Max Zhou (kiri) berbincang dengan mitra bisnis dari Surabaya tentang peluang market mobil kelas premium di Surabaya.

RADAR SURABAYA BISNIS - Meskipun kondisi pasar otomotif tahun ini mengalami penurunan signifikan, namun kalangan industri tetap melakukan ekspansi market di Surabaya dan Jatim.

Hal ini karena Surabaya memiliki potensi market yang besar terutama untuk mobil premium.

Max Zhou, Country Director Jaecoo Indonesia, mengatakan, sebagai kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya memiliki potensi market yang cukup besar.

Sebab itu, pihaknya berani mengambil langkah memperluas jaringan di sini.

“Surabaya merupakan salah satu pasar otomotif terbesar di Indonesia dan memiliki konsumen yang sangat selektif terhadap kualitas serta layanan,” kata Max Zhou, Sabtu (25/10/2025).

Data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), menunjukan penjualan mobil nasional, Januari – September 2025, sebanyak 561.819 unit secara wholesales.

Jumlah itu mengalami penurunan 11,3 persen dari tahun lalu periode yang sama yakni 633.660 unit.

“Tahun ini kami kira pasarnya tetap sama dari tahun lalu,” tambah Setia Hariadi, Head of Dealer Network Jaecoo Indonesia.

Dia mengakui, untuk merebut market mobil kelas premium di Surabaya memang tidak mudah.

Hal ini berkaitan mindset customer yang sebelumnya sudah banyak brand mobil premium asal Eropa, Jepang dan Korea.

Pihaknya akan menyasar market dari kalangan komunitas pengusaha atau profesi seperti perkumpulan para dokter, pegolf, padel maupun komunitas lainya.

Bahkan pihaknya juga menyasar perumahan kelas middle up seperti CitraLand Surabaya, Pakuwon dan lainnya.

“Dengan begitu costomer touch-nya kena. Kami tidak menyasar market yang terlalu majemuk. Karena ini brand baru. Mengubah mindset customer itu tidak mudah. Apalagi market mobil premium hybrid dengan harga Rp 800 juta cukup banyak brand yang masuk ,” ujarnya.

Pihaknya juga tidak terlalu mengejar target penjualan. Karena Jaecoo baru masuk Indonesia pada Agustus 2025.

Saat ini responsnya sudah cukup bagus. Terbukti secara nasional ada 300 SPK. Dan bulan depan diharapkan ada 500 SPK setiap bulanya.

Untuk memperkuat distribusi, pihaknya akan terus menambah jumlah dealer di Indonesia. Tahun ini pihaknya menargetkan sebanyak 40 dealer.

Namun beroperasi tahun ini sebanyak 30 unit dealer. Dari jumlah tersebut di Jabodetabek sekitar 60 persen atau 16 unit.

“Sedangkan di Jatim, tahun ini kami targetkan ada 3 dealer. Dua di Surabaya dan satu di Malang. Setelah itu tahun depan kami akan memperluas di Jember dan Kediri. Kami berharap Surabaya dan Jatim bisa berkontribusi 10-20 persen terhadap market Jaecoo,” tutup Hariadi. (fix)

Editor : Nofilawati Anisa
#penjualan #gaikindo #pasar otomotif #Wholesales #konsumen #JAECOO Indonesia #surabaya