RADAR SURABAYA BISNIS - Potensi market di Surabaya yang cukup besar membuat industri mobil listrik semakin agresif menggarapnya.
Yang terbaru, raksasa elektronik Indonesia, Polytron, kini mulai menyasar pasar mobil listrik di Surabaya lewat dua produk andalannya, G3 dan G3+.
Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, menjelaskan, Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia sehingga memiliki potensi market yang cukup besar.
Apalagi sekarang masyarakat semakin care terhadap kendaraan ramah lingkungan, sehingga penetrasi akan semakin mudah.
“Surabaya selain kota terbesar kedua, juga banyak orang kaya di sini. Karena itu kami buka showroom Polytron EV Gallery & Service di Surabaya. Ini showroom kedua setelah di Jakarta. Kami yakin kehadiran mobil listrik Polytron akan mendapat sambutan baik,” kata Tekno, Selasa (22/7).
Dikatakan, pasar mobil Listrik akan terus berkembang kedepan karena lebih efisien. Bahkan di Jakarta bebas program ganjil-genap.
Untuk itu, pihaknya akan terus mengembangkan show room di beberapa kota di Indonesia.
Tahun ini rencananya ada delapan show room yang akan dibuka.
Selain di Jakarta dan Surabaya juga di Bandung, Semarang dan Medan.
Kehadiran showroom ini tidak hanya menjadi bagian dari diversifikasi bisnis perusahaan, namun juga mencerminkan keseriusan Polytron dalam menghadirkan solusi aksesibilitas kendaraan listrik yang lebih luas oleh konsumen Indonesia.
Hadirnya Polytron EV Gallery & Service di Surabaya juga selaras dengan upaya pemerintah dalam mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan di Jatim.
Saat ini, tercatat sekitar 339 unit SPKLU telah tersedia dan tersebar di 206 titik strategis di wilayah Jatim.
“Diharapkan dengan adanya showroom ini masyarakat akan semakin tertarik dan mau melakukan test drive. Apalagi di sini tidak hanya mobil listrik saja, namun juga motor listrik dan produk Polytron yang lain seperti LED TV, kulkas dan mesin cuci,” ungkapnya.
Dia mengaku meskipun baru dilaunching Mei 2025, namun kehadiran mobil listrik Polytron akan mendapat respons bagus dari konsumen.
Saat ini ada dua tipe pilihan yakni Polytron G3 dan G3+. Keduanya memiliki spek dan keunggulan berbeda dan dilepas dengan harga OTR Surabaya Rp 300 juta dan Rp 320 juta.
“Kalau target kami ingin jual sebanyak-banyaknya. Tapi kami realistis saja. Kami harapkan sampai akhir tahun 2025, ada penjualan sekitar 800-1.000 unit di Indonesia. Sejak dilaunchig 6 Mei lalu, saat ini sudah ada pemesanan 60 unit,” tutup Tekno. (fix/opi)
Editor : Nofilawati Anisa