RADAR SURABAYA BISNIS - Persaingan pasar sepeda motor listrik di Indonesia bakal semakin ketat.
Hal ini menyusul PT Indomobil eMotor Internasional dalam industri motor Listrik.
Bahkan dua produk andalanya, Andaro dan Tyrrano sudah dirilis untuk merebut market motor Listrik di Indonesia.
Pius Wirawan, CEO PT Indomobil eMotor Internasional menjelaskan, Indonesia memiliki potensi motor Listrik yang cukup besar.
Selain jumlah penduduk yang besar, juga motor Listrik akan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat kedepan.
Sebab itu, pihaknya berani melakukan investasi dengan mengembangkan motor Listrik di Indonesia.
Kebetulan, Indomobil merupakan salah satu pemain otomotif utama di Indonesia, sehingga pihaknya tidak merasa kesulitan untuk masuk dalam ekosistem motor Listrik.
“Tim kami cukup kuat dan didukung dengan R&D dan teknologi yang maju. Kami memiliki 105 dealer di Indonesia, jaringan distribusi yang tersebar di Indonesia. Kami sudah siap masuk dalam eksosistem motor Listrik di Indonesia,” ujar Pius, Senin (14/7/2025).
Sebagai langkah awal, pihaknya merilis dua model motor Listrik yakni Andaro dan Tyrrano.
Andaro cocok untuk aktivitas di perkotaan. Sementara Tyrrano selain bisa dipakai di dalam kota, juga nyaman dipakai untuk kegiatan touring atau offroad.
Harga OTR Surabaya Rp 27,5 juta. Motor Listrik diklaim lebih efisien dan mampu menghemat Rp 6,5 juta per tahun.
Sambutan konsumen cukup bagus. Terbukti, meskipun baru dirilis pada Pebruari dan Juni 2025, namun pemesanan hingga kini cukup besar.
Yang menarik, selain menyasar pasar retail, juga banyak kalangan perusahaan BUMN dan swasta serta instansi pemerintah yang memesan.
Saat ini komposisi pasar retail dan perusahaan masih 60:40 persen.
“Umumnya motor Listrik dipakai untuk kendaraan operasional. Ini karena Andaro dan Tyrrano didukung jaringan after sales service dan spare part yang lengkap sehingga konsumen merasa lebih nyaman. Selan itu juga fitur dan teknologinya terbaik saat ini,” tambahnya.
Soal potensi market di Surabaya dan Jatim, Pius mengaku Surabaya dan Jatim memiliki potensi market yang cukup besar.
Menurutnya, hingga kini Surabaya dan Jatim menempati posisi kedua pasar motor di Indonesia.
Hal ini karena Surabaya dan Jatim merupakan gerbang masuk ke sejumlah wilayah di Indonesia Timur.
Sebab itu, pihaknya akan menggarapnya secara maksimal dengan melakukan roadshow ke sejumlah kota di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Semarangm, Solo, Makasar dan Bali.
“Sedangkan di Jatim kami akan melakukan roadshow di Surabaya, Malang dan Sidoarjo dan kota lain secara bertahap. Kami akan lakukan edukasi dan kenalkan teknologi terbaru motor listrik. Di Jatim kami sudah didukung 15 dealer dimana empat ada di Surabaya,” tutup Pius. (fix/opi)
Editor : Nofilawati Anisa