Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pemkot Surabaya Targetkan 42 Unit Mobil Listrik untuk Operasional Kepala PD, 13 Unit Sudah Tiba

Dimas Mahendra • Jumat, 10 Januari 2025 | 01:39 WIB

 

SIAP BERANGKAT: Mobil listrik siap di pelataran depan Balai Kota Surabaya.
SIAP BERANGKAT: Mobil listrik siap di pelataran depan Balai Kota Surabaya.

RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengupayakan pengadaan mobil listrik untuk operasional kepala perangkat daerah (PD).

Pengadaan kendaraan ramah lingkungan ini dilakukan dengan sistem sewa, dan seluruh unitnya ditargetkan tiba pada pekan depan.

Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa dan Administrasi Pembangunan Kota Surabaya, Ali Murtadlo, menyampaikan bahwa total mobil listrik yang direncanakan berjumlah 42 unit, termasuk satu unit untuk Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

“Sudah 13 yang datang (dari pihak penyedia), 42 unit termasuk (mobil) Wali Kota,” kata Ali, Kamis (9/1/2025).

Ali menjelaskan, pihak penyedia telah diberi tenggat waktu untuk memenuhi kebutuhan unit mobil listrik hingga pekan depan.

Apabila target tersebut tidak terpenuhi, Pemkot Surabaya akan beralih ke penyedia lain yang mampu memenuhi kebutuhan dengan spesifikasi dan harga sewa yang sama.

“Belum (semua) yang datang, kalau sampai minggu ini nggak sampai, maka nanti penyedia (diganti) dengan penyedia lainnya. Jadi kan kemarin sudah ada penyedia, nah itu sanggup untuk mendatangkan awal minggu Januari. Ketika nanti belum bisa mendatangkan, kita harus mengambil langkah untuk segera dipenuhi,” jelasnya.

Ali mengungkapkan, jenis mobil yang digunakan adalah tipe BYD M6 dengan kapasitas tujuh penumpang.

Kendaraan ini memiliki baterai 55,4 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 420 kilometer.

Namun, tingginya permintaan terhadap mobil ini menyebabkan keterbatasan unit di pasaran.

“Kan ini banyak ya yang minta, sehingga unitnya datang habis, datang habis lagi. Memang begitu besar antusias untuk M6 ini, seperti yang dipakai taksi di Jakarta itu juga sepertinya,” ungkapnya.

Ali menyebut, anggaran sewa per unit mobil listrik sebesar Rp 13 juta per bulan dengan rencana kontrak selama satu tahun.

Namun, untuk 13 mobil yang telah tiba, kontrak baru akan dilakukan setelah melalui masa uji coba selama bulan ini.

“Tipenya sama, kita deadline-kan minggu ke depan ini. Kalau nggak (memenuhi), kita cari penyedia lain. Dengan tipe dan harga yang sama,” ujarnya.

Terkait infrastruktur pendukung, Pemkot Surabaya telah menyiapkan empat titik pengisian daya untuk mobil listrik.

Titik-titik tersebut berada di Balai Kota, Masjid Al-Muhajirin Jalan Jimerto, dan Gedung Siola.

“Jadi ada empat, dua di belakang Balai Kota ini, di masjid (Al-Muhajirin) itu satu, dan di Siola satu,” tambahnya.

Sebelumnya, pada akhir 2024, Pemkot telah mendatangkan lima unit mobil listrik sebagai kendaraan operasional untuk beberapa kepala PD.

Kendaraan tersebut saat ini digunakan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), serta sejumlah jajaran Asisten di lingkungan Pemkot Surabaya. (dim/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#kendaraan dinas #mobil listrik #perangkat daerah #pemkot surabaya