Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Pasar E-commerce Komponen Otomotif Global Diperkirakan Tembus USD 200 Miliar pada 2027, Indonesia Harus Mampu Manfaatkan Peluang

Nofilawati Anisa • Selasa, 8 Oktober 2024 | 05:25 WIB

 

PAMERAN: Pasar komponen otomotif aftermarket global diperkirakan akan tumbuh dari USD 400 miliar pada tahun 2023 menjadi USD 550 miliar pada tahun 2028.
PAMERAN: Pasar komponen otomotif aftermarket global diperkirakan akan tumbuh dari USD 400 miliar pada tahun 2023 menjadi USD 550 miliar pada tahun 2028.

JAKARTA - Industri komponen otomotif dan aftermarket dunia mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Industri komponen otomotif dan aftermarket ini meliputi suku cadang, aksesoris, dan jasa.

Berdasarkan data dari Alibaba.com, pasar komponen otomotif aftermarket global diperkirakan akan tumbuh dari USD 400 miliar pada tahun 2023 menjadi USD 550 miliar pada tahun 2028.

“Lonjakan ini didorong oleh kemajuan teknologi, bertambahnya usia kendaraan, berkembangnya preferensi konsumen serta pertumbuhan e-commerce. Pasar e-commerce komponen otomotif global sendiri diperkirakan akan mencapai USD 200 miliar pada tahun 2027, dengan pertumbuhan CAGR sebesar 14 persen dari tahun 2023 hingga 2027,” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta belum lama ini.

Agus melanjutkan, iIndustri otomotif di Indonesia kembali mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 2,5 persen sepanjang periode Januari hingga Agustus 2024.

Penjualan domestik kendaraan roda empat sebesar 560 ribu unit, dengan ekspornya sebesar 296 ribu unit dalam bentuk Completely Built Up (CBU) dan 30 ribu unit dalam bentuk Completely Knocked Down (CKD).

“Artinya, industri alat angkut Indonesia tetap menunjukkan performa yang stabil dan berkontribusi penting terhadap pasar domestik maupun internasional,” sambungnya.

Meski demikian, kata Agus, saat ini Indonesia belum menjadi pemain besar dalam Global Automotive Aftermarket Industry.

Indonesia masih berada di bawah Tiongkok yang mendominasi dengan share hingga 34 persen di pasar global, Amerika Serikat (28,8 persen), Jerman (11 persen), Jepang (10 persen), Italia (6 persen), Korea Selatan (5 persen), Meksiko (3,5 persen), Perancis (2,5 persen), India (2 persen), dan Inggris (2 persen).

“Saya melihat ini menjadi peluang yang sangat besar bagi Indonesia, dan harus kita manfaatkan sebaik-baiknya. Potensi untuk tumbuh, room to grow-nya sangat terbuka luas,” ujar Menperin.

Untuk dapat memacu industri menjadi lebih kompetitif dan mampu memanfaatkan peluang-peluang yang ada, industri perlu memahami tren terkini dan dinamika pasar.

Selain itu, Agus juga berpesan kepada para pelaku industri komponen otomotif dan aftermarket di Indonesia, untuk siap mengisi pasar yang ditumbuhkan ini dengan produk yang dihadirkan para kreator dan inovator di dalam negeri. (nis/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#pasar otomotif #e-commerce #menteri perindustrian #Agus Gumiwang Kartarsasmita #suku cadang #kementerian perindustrian #komponen otomotif