JAKARTA (Radar Surabaya Bisnis) - Per Februari 2024, penjualan retail mobil Daihatsu menurun. Hal ini sejalan dengan tren penurunan penjualan otomotif nasional.
Berdasarkan catatan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan retail Daihatsu sebanyak 31.795 unit pada Januari-Februari 2024.
Capaian tersebut berkurang 18,61 persen year on year (YoY) dibandingkan periode Januari-Februari 2023, yakni 39.066 unit.
Marketing & Customer Relations Division Head Astra International Daihatsu Sales Operation Tri Mulyono menyampaikan, dinamika stabilitas ekonomi menjadi faktor yang sangat dominan dalam mendukung pertumbuhan pasar otomotif saat ini.
Di samping itu, Daihatsu juga menyadari perhelatan Pemilu 2024 turut mempengaruhi penjualan mobil di Indonesia, tidak terkecuali Daihatsu.
"Harapannya, setelah berlangsungnya Pemilu pada pertengahan Februari yang lalu secara aman dan lancar dapat menjadi momentum kebangkitan pasar otomotif nasional," ujar dia, Selasa (12/3).
Kontributor utama bagi penjualan Daihatsu saat ini masih dipegang Daihatsu Sigra dengan porsi penjualan 32 persen (10.069 unit) hingga Februari 2024.
Kemudian disusul oleh Gran Max PU dengan porsi 23 persen (7.441 unit), dan Terios dengan porsi 13 persen (4.125 unit).
Ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 yang diselenggarakan tepat satu hari setelah Pemilu juga dianggap memberikan angin segar bagi pelaku usaha otomotif karena ramai dikunjungi oleh calon pembeli atau pemerhati otomotif.
"Daihatsu membukukan SPK sebanyak 275 unit yang harapannya dapat mendukung penjualan retail di bulan Maret 2023," tutur Tri.
Selain itu, momen Ramadan juga ditunggu-tunggu oleh para insan otomotif nasional. Ini terbukti dengan adanya lonjakan penjualan retail mobil pada masa-masa tersebut.
Daihatsu telah menyiapkan program DAIFIT 2024 atau Daihatsu Idul Fitri dengan memberikan program penjualan yang spesial plus hadiah undian berupa umroh bagi sembilan orang pemenang.
Daihatsu juga menyediakan program THR atau Tebar Hadiah Ramadan untuk mendukung layanan perawatan kendaraan Daihatsu.
Sepanjang dua bulan pertama tahun 2024, penjualan mobil nasional masih lesu. Kondisi ekonomi dan daya beli yang belum stabil, ditambah kenaikan sejumlah harga jual mobil cukup mempengaruhi permintaan produk mobil di pasar.
Berdasarkan catatan Gaikindo, penjualan wholesales (pabrik ke dealer) mobil nasional terkoreksi 22,6 persen YoY menjadi 140.274 unit pada Januari-Februari 2024.
Pejualan retail (dealer ke konsumen) mobil nasional juga berkurang 15 persen YoY menjadi 148.649 unit pada periode yang sama.
Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan, perekonomian Indonesia belum menunjukkan pertumbuhan yang stabil.
Alhasil, sebagian konsumen memilih menunda pembelian mobil baru untuk sementara waktu.
Kenaikan harga sejumlah mobil baru di pasar juga berdampak pada permintaan dari para konsumen.
Sebagai contoh, Daihatsu menaikkan harga model Daihatsu Ayla dan Luxio yang harga jualnya naik masing-masing Rp 1 juta dan Rp 4,3 juta pada Januari silam. (bis/nur)
Editor : Nurista Purnamasari