Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Tip Agar Aki Mobil Tidak Gampang Tekor. Ini Caranya...

Lilik Widyantoro • Senin, 11 Desember 2023 | 14:39 WIB
HARUS DIPERHATIKAN: Bagi mobil lawas, aki menjadi bagian yang sering bermasalah jika tidak mendapatkan perawatan yang baik.
HARUS DIPERHATIKAN: Bagi mobil lawas, aki menjadi bagian yang sering bermasalah jika tidak mendapatkan perawatan yang baik.

Salah satu komponen mobil yang sangat penting dan harus mendapat perhatian adalah aki.

Bagi mobil baru, mungkin tidak ada kendala. Namun bagi mobil lawas yang umumnya jenis aki basah, ini sangat penting diperhatikan.

Apalagi kalau perjalanan jauh, jangan sampai mobil tidak bisa di-starter hanya karena masalah ringan, yakni aki tekor.

Berikut cara sederhana yang dapat kita lakukan sendiri di rumah terutama untuk aki jenis basah:

1. Cek secara rutin air aki. Jangan sampai kehabisan karena cell yang ada di dalam aki bisa putus. Biasanya di aki ada tanda batas atas dan bawah untuk pengisian air aki. Segera ditambah air aki sebelum permukaan air aki menyentuh batas bawah.

2. Jika pada timah aki plus (+) dan minus (-) ada serbuk putih kekuningan, segera dibersihkan dengan cara disiram air panas. Serbuk (bahasa Jawa: bubul) ini akan menghambat aliran supply stroom baru yang dihasilkan dynamo amphere.

3. Jika mobil tidak dipakai dalam waktu lama, sebaiknya kabel aki dilepas salah satu, bisa yang plus atau minus.

Ini untuk antisipasi stroom aki akan termakan atau habis karena ada konsleting ringan di bagian kelistrikan.

4. Jika jarang dipakai, misalnya dua minggu sekali, sebaiknya tiap pagi kendaraan dinyalakan sekitar lima atau sepuluh menit. Ini untuk menjaga agar aki tetap ada supply stroom baru dari dynamo amphere.

5. Jika kendaraan distarter tiga atau empat kali tidak nyala, jangan dipaksakan karena akan menghabiskan stroom.

Bisa jadi kendaraan sulit di-starter karena faktor lain. Misalnya masalah pengapian (busi, kabel busi, coil atau platina). Atau karena dynamo starter yang kurang bagus. Bisa juga kabel-kabel atau kelistrikan yang putus atau kurang kencang di bagian sambungan (ngefong).

6. Cek dynamo amphere. Jika dynamo amphere kurang bagus, maka supply stroom baru ke aki juga kurang maksimal.

Selamat mencoba... (lik/nur)

Editor : Jay Wijayanto
#aki mobil #tip #Tekor