radarsurabayabisnis.id – Pembangunan lanjutan Frontage Road (FR) di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, memasuki tahap penting. Bangunan rumah dinas milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang selama ini menjadi kendala proyek mulai dibongkar. Alat berat dikerahkan untuk merobohkan bangunan, termasuk bengkel yang berada di jalur pengembangan jalan.
Pembongkaran tersebut menjadi langkah percepatan agar pembangunan frontage road bisa segera dilanjutkan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menargetkan konektivitas jalan dari Waru hingga wilayah Sidoarjo dapat tersambung, meski persoalan pembebasan lahan di Kecamatan Waru masih menjadi pekerjaan rumah.
Baca Juga: 197 Bangunan Liar di Frontage Road Sidoarjo Ditertibkan, Pemilik Diberi Waktu 7 Hari Bongkar Sendiri
Bupati Sidoarjo Subandi meninjau langsung pembongkaran rumah dinas milik KAI di kawasan Buduran, Kamis (15/10) pagi. Dia menyebut persoalan yang berulang kali dibahas bersama pihak KAI, terutama terkait keberadaan bengkel, kini telah menemukan titik terang.
"Alhamdulillah, hari ini kita terus menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) yang belum selesai. Mulai dari Waru sampai Sidoarjo, harapan kita pembangunan frontage bisa tuntas tahun ini," ujar Subandi.
Bangunan KAI Dibongkar agar Proyek Jalan Berlanjut
Menurut Subandi, penataan kawasan frontage road tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pembangunan jalan. Aspek estetika kawasan dan kelancaran lalu lintas juga perlu diperhatikan agar keberadaan bangunan di sekitar jalan tidak mengganggu fungsi jalan utama.
fBaca Juga: Siapkan Rp3,7 Miliar, Frontage Road Buduran Segera Dibangun Lagi
Dia menjelaskan, lahan milik KAI di sisi timur berpotensi dimanfaatkan untuk kebutuhan lain, seperti kios. Namun, pemanfaatan tersebut harus ditata dengan baik dan tidak mengganggu fungsi frontage road di Jalan Raya Buduran.
"Karena sekarang sudah ada alternatif jalan melalui frontage, sisi timur bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain. Yang penting, penataannya bagus dan tidak mengganggu jalan utama," jelasnya.
Subandi meminta seluruh pihak yang terlibat, mulai dari kontraktor, pengawas proyek, pemerintah desa hingga Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA), mengawal pekerjaan secara maksimal.
Bangunan yang masih menghambat pelaksanaan proyek harus segera ditangani agar pengerjaan jalan tidak kembali tertunda.
Pembongkaran Bengkel Ditargetkan Rampung Dua Hari
Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo Muhammad Makhmud mengatakan, kendala dengan KAI, termasuk keberadaan bengkel, telah diselesaikan. Pembongkaran dilakukan agar pembangunan jalan dapat segera dilanjutkan.
"Alhamdulillah, kemarin sudah kami selesaikan semuanya, termasuk dengan KAI dan bengkel. Sekarang dilakukan pembongkaran. Insya Allah dalam satu hingga dua hari, bengkel ini sudah selesai dibongkar sehingga bisa segera ditindaklanjuti dengan pembangunan tahun ini," kata Makhmud.
Dengan pembongkaran tersebut, Pemkab Sidoarjo berharap pekerjaan lanjutan frontage road di Buduran dapat berjalan tanpa terhambat keberadaan bangunan.
Persimpangan dan Jalur Kereta Masuk Perencanaan
Selain pembongkaran bangunan, penataan persimpangan dan Jalur Perlintasan Langsung (JPL) kereta api di kawasan tersebut juga menjadi perhatian. Subandi memastikan perencanaannya telah masuk dalam Detail Engineering Design (DED).
Perencanaan tersebut diharapkan membuat pembangunan frontage road tetap selaras dengan penataan jalur perlintasan kereta api.
Meski pekerjaan di Buduran terus dipercepat, penyambungan seluruh jalur frontage road dari Waru hingga Buduran masih menghadapi kendala pembebasan lahan di Kecamatan Waru.
Pemkab Sidoarjo berharap percepatan di Buduran menjadi langkah penting untuk meningkatkan konektivitas jalan dan membantu mengurangi hambatan lalu lintas di sejumlah kawasan.
Editor : Hany AkasahSumber : radar sidoarjo