RADAR SURABAYA BISNIS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya mengimbau masyarakat agar tidak panik menanggapi keberadaan sesar aktif di wilayahnya.
Alih-alih merasa takut, warga diminta untuk lebih sadar akan risiko dan memahami langkah-langkah mitigasi bencana gempa bumi.
Kepala BPBD Kota Surabaya, Irvan Widyanto, menjelaskan bahwa sesar aktif yang membentang di wilayah ini merupakan bagian dari Sesar Kendeng. Di kawasan Surabaya, patahan ini terbagi menjadi dua segmen utama, yakni Segmen Surabaya dan Segmen Waru.
Baca Juga: Apple Luncurkan iPhone Duo, HP Lipat Pertamanya dengan Chip A20 Pro
"Adanya sesar aktif ini masyarakat tidak perlu takut. Bukan berarti gempa akan terjadi sekarang atau sebentar lagi. Namun, masyarakat tetap penting untuk mengetahui risikonya," ungkap Irvan pada Kamis (10/9/2026).
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Pemerintah Kota Surabaya melalui BPBD rutin menggelar sosialisasi dan edukasi kebencanaan. Edukasi ini terus digencarkan dengan menyasar lingkungan padat penduduk, sekolah, hingga area perkantoran.
Irvan juga menegaskan pentingnya mengakses informasi dari sumber resmi seperti BPBD dan BMKG guna menghindari peredaran berita hoaks di tengah masyarakat.
Baca Juga: Kemenhaj Umumkan Peserta CAT Petugas Haji 2027 Gelombang 2, Ini Aturan Mainnya
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Madya Stasiun Geofisika BMKG Kelas I Pasuruan, Rozikan, meluruskan bahwa patahan yang melintasi Surabaya ini bukanlah sesar yang baru terbentuk.
Berdasarkan pemutakhiran data Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGen) tahun 2017 dan 2024, patahan ini adalah struktur geologi purba yang teridentifikasi kembali sebagai sesar aktif.
"Jadi bukan terbentuk baru. Kemudian di Surabaya ini ada Sesar Kendeng yang melintasi kota, ada Segmen Surabaya dan Waru," terang Rozikan.
Baca Juga: Harga Minyak Mentah RI (ICP) Agustus 2026 Meroket ke US$ 89,43 per Barel, Ini Pemicunya
Berdasarkan Peta PuSGen 2024, Segmen Surabaya memiliki pergerakan 0,5 milimeter per tahun dengan kekuatan maksimal mencapai magnitudo 6,7. Sementara itu, Segmen Waru mengalami pergerakan 1 milimeter per tahun dengan potensi kekuatan hingga magnitudo 6,8.
Apabila terjadi gempa dengan magnitudo maksimum, guncangan diprediksi akan mencapai intensitas 6 hingga 8 MMI (Modified Mercalli Intensity).
Skala guncangan ini dapat memicu kerusakan ringan hingga sedang pada bangunan yang tahan gempa, serta berpotensi menyebabkan kerusakan berat pada bangunan tanpa struktur penguat.
Baca Juga: Menteri UMKM Bawa Isu Pembiayaan Inklusif dan Ekosistem Kewirausahaan RI di Forum APEC 2026
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk membekali diri dengan prinsip dasar penyelamatan saat gempa terjadi, yaitu drop (merunduk), cover (melindungi kepala dan berlindung di bawah meja), serta hold (berpegangan dengan kuat).
"Ketahui lokasi titik kumpul dan kenali akses jalur evakuasi. Jangan mudah termakan isu dari sumber tidak jelas, pastikan selalu merujuk pada aplikasi resmi Info BMKG atau Pemkot Surabaya," tutup Rozikan.
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis