RADAR SURABAYA BISNIS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan kabar baik terkait pemantauan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sebaran abu vulkanik tersebut kini tak lagi terpantau di wilayah Indonesia.
Plh Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, mengatakan berdasarkan pemantauan citra satelit, sebaran abu vulkanik Anak Krakatau sudah tidak terdeteksi sejak Kamis (10/9/2026) pukul 01.00 WIB, dengan arah debu vulkanik yang sebelumnya mendominasi ke barat Samudra Hindia.
"Nah, sejak semalam, pemantauan semalam atau sekitar jam 01.00 WIB itu untuk sebaran debu vulkaniknya sendiri sudah tidak lagi terdeteksi dari citra satelit sehingga ini ke depannya kalau misalnya erupsinya berhenti ini harusnya sudah tidak ada lagi sebaran debu vulkanik," kata Ida dalam diskusi Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) di Senayan, Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Baca Juga: iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max Resmi Dirilis, Ini Spesifikasinya
Ida menegaskan tidak ada lagi sebaran abu vulkanik yang terpantau di sekitar wilayah Indonesia, baik di darat maupun perairan, bahkan di sekitar Gunung Anak Krakatau sendiri.
Ia turut memastikan ketinggian gelombang di Selat Sunda tidak menunjukkan peningkatan berarti dan berada dalam kategori aman.
"Jadi untuk saat ini kondisinya bersih untuk sebaran debu vulkanik dan tentu saja ini kalau dilakukan paper test juga pastinya negatif," ungkap Ida.
Baca Juga: Viral Rujak Cingur di Surabaya Dicampur Kupang, Isi Melimpah Harga Mulai Rp30 Ribu
Ida menambahkan, abu vulkanik yang sebelumnya menyebar kini sudah berada pada ketinggian cukup tinggi di atas samudra, menjauh dari wilayah Indonesia.
"Abunya sudah jelas jauh ya karena kemarin dominasinya mengarah ke arah barat samudera. Sehingga sekarang sudah ada di level ketinggian yang cukup tinggi di samudera," ujarnya.
BMKG memastikan akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, guna memastikan kondisi udara dan pelayaran di sekitar Selat Sunda tetap aman bagi masyarakat.
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis