radarsurabayabisnis.id - Polda Banten menyiapkan Pos Antemortem untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) lima wartawan dan tiga kru speedboat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda.
Pos tersebut disiapkan oleh Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Banten sebagai langkah kesiapsiagaan untuk mendukung proses identifikasi apabila nantinya diperlukan.
Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas liputan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Baca Juga: Bandara Soekarno-Hatta, Halim, dan Husein Kembali Beroperasi Pasca Erupsi Krakatau
”Kami telah menyiapkan posko antemortem sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam mendukung proses identifikasi apabila diperlukan,” ungkap Irjen Hengki, Rabu (9/9).
Pencarian Hari Kedua Fokus Lewat Jalur Laut
Operasi SAR memasuki hari kedua dengan fokus pencarian melalui jalur laut. Hingga kini, pencarian melalui udara belum dilakukan.
”Untuk sampai dengan sekarang belum (melakukan SAR udara). Nanti melihat perkembangan, saya akan minta petunjuk. Kita bisa juga melakukan pemantauan, tetapi situasi erupsi juga harus menjadi pertimbangan,” terang Hengki.
Baca Juga: Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, KAI Tambah 1.032 Kursi Surabaya-Jakarta
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Basarnas, BMKG, Polda Banten, Polairud, Lanal, BPBD dan unsur terkait lainnya.
Polda Banten menerima informasi mengenai hilangnya rombongan jurnalis tersebut pada Selasa (8/9). Sebelumnya, rombongan diketahui berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9).
”Sejak mendapatkan informasi pada hari Selasa, tim sudah melakukan pencarian. Dari kemarin hingga hari ini dilanjutkan, baik Basarnas, Polda, Polairud, Lanal, TNI, BPBD dan unsur terkait lainnya bersama-sama melakukan pencarian,” imbuhnya.
Empat SRU Dikerahkan Perluas Area Pencarian
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan, Operasi SAR hari kedua dimulai pukul 07.00 WIB. Sejumlah unsur SAR dikerahkan dengan dukungan berbagai sarana dan peralatan pencarian.
Untuk memperluas cakupan wilayah, Tim SAR Gabungan membagi operasi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU).
”Dalam pelaksanaan pencarian hari kedua, Tim SAR Gabungan membagi operasi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas cakupan area pencarian,” kata Al Amrad.
SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 untuk melakukan penyisiran sejauh 68,3 nautical mile (NM) dengan jarak antarjalur pencarian atau spacing 3 NM.
Sementara itu, SRU 2 menggunakan KAL Anyer dengan total jarak penyisiran 69,5 NM dan spacing 3 NM.
”Kedua SRU tersebut melakukan pencarian di area perairan yang telah ditentukan berdasarkan perencanaan operasi SAR,” katanya.
Adapun SRU 3 menggunakan RIB 01 Lampung dengan wilayah penyisiran sejauh 67 NM dan spacing 1 NM. Sedangkan SRU 4 menggunakan RIB 02 Banten untuk melakukan penyisiran di sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang.
Keselamatan Tim SAR Jadi Perhatian
Kapolda Banten Irjen Hengki menegaskan bahwa pencarian akan terus dilakukan untuk menemukan lima wartawan dan tiga kru speedboat yang hingga kini belum ditemukan.
Namun, kondisi Gunung Anak Krakatau yang masih dalam situasi erupsi membuat keselamatan personel SAR juga menjadi perhatian utama.
”Kami akan bekerja keras untuk menemukan rekan-rekan kita yang sampai sekarang belum ditemukan. Namun, keselamatan seluruh tim terpadu yang melakukan pencarian juga harus menjadi perhatian,” ujarnya.
Polda Banten memastikan kesiapan sarana, prasarana dan sumber daya manusia yang dikerahkan dalam operasi pencarian di tengah kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surabaya