Jangan Samakan Abu Vulkanik dengan Debu Biasa, Ini Bahayanya Menurut Ahli

Hany Akasah • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 21:18 WIB
ABU VULKANIK: Ahli mengingatkan abu ini mengandung serpihan silika tajam yang berbahaya bagi mata dan saluran pernapasan.
ABU VULKANIK: Ahli mengingatkan abu ini mengandung serpihan silika tajam yang berbahaya bagi mata dan saluran pernapasan.

RADAR SURABAYA BISNIS – Gunung Anak Krakatau mengeluarkan abu vulkanik usai erupsi sejak Jumat (4/9/2026), dengan sebaran yang meluas hingga wilayah Banten, Jakarta, dan Jawa Barat akibat embusan angin. Berbeda dengan debu biasa, abu vulkanik menyimpan bahaya tersendiri bagi kesehatan masyarakat.

Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, menegaskan abu vulkanik mengandung silika, yaitu serpihan menyerupai kaca yang tajam dan berpotensi merusak organ tubuh yang terpapar.

"Abu vulkanik ini sangat berbeda jauh dengan abu ataupun debu biasa karena ini mengandung silika yang seperti serpihan kaca yang tajam dan bisa merusak khususnya pada organ yang terkena antara lain mata, hidung, mulut, maupun kulit," kata Dicky, dikutip dari Antara, Minggu (6/9/2026).

Baca Juga: Jatim Tebar 3,2 Ton Garam untuk Datangkan Hujan, Ini Hasilnya

Pada mata, paparan abu vulkanik dapat menyebabkan kemerahan, perih, mata berair, sensitif terhadap cahaya, hingga luka goresan.

Sementara pada saluran pernapasan, paparan ini berisiko memicu iritasi hidung dan tenggorokan, pilek, batuk kering pada paparan tinggi, hingga sesak atau nyeri di dada.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat menghindari aktivitas di luar ruangan, dan wajib mengenakan masker serta kacamata pelindung jika terpaksa keluar rumah. Ia turut mengingatkan warga agar tidak mengucek mata yang terkena abu vulkanik.

Baca Juga: Banyak Warga Miskin Masuk Desil Tinggi Terancam Tidak Terima Bansos, Ini Cara Perbaiki

"Bersihkan dengan air dan bila perlu gunakan obat tetes mata. Semua puskesmas sudah kita siapkan untuk menangani kondisi tersebut," tutur Budi lewat laman resmi Kementerian Kesehatan, Minggu (6/9/2026).

Kementerian Kesehatan telah mengaktifkan Health Emergency Operating Center (HEOC) di tingkat pusat hingga kabupaten/kota terdampak, dengan Dinas Kesehatan di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat menyiapkan puskesmas dan rumah sakit beroperasi selama 24 jam.

Distribusi logistik medis turut dilakukan, meliputi masker medis dan N95, tabung oksigen beserta konsentrator, alat uap pernapasan (nebulizer), serta obat-obatan penanganan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), obat tetes, dan salep untuk mata serta kulit.

Baca Juga: Hanya Ada di Surabaya, 1.214 Mahasiswa Dapat Rp2,5 Juta per Semester Plus Uang Saku

Masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat dugaan paparan abu vulkanik diimbau segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat guna mendapat penanganan lebih lanjut.

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
Gunung Anak Krakatau abu vulkanik mitigasi erupsi bencana alam