radarsurabayabisnis.id - Setelah sempat terhambat bangunan yang memutus trase jalan, proyek lanjutan Frontage Road (FR) ruas Buduran segera kembali berjalan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menargetkan pembangunan fisik dimulai Oktober 2026 dan ruas tersebut sudah tersambung hingga arah Sidoarjo pada awal Desember.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo Muhammad Makhmud mengatakan, saat ini pihaknya masih menyiapkan sejumlah tahapan sebelum pekerjaan fisik dimulai.
Salah satunya memastikan bangunan yang berada di jalur pembangunan di Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, sudah dikosongkan.
Baca Juga: 122 Bidang Terdampak Flyover Gedangan, Pemkab Sidoarjo Siapkan Rp450 Miliar untuk Ganti Rugi
“Pembangunan akan diawali dari jalan yang sudah eksisting di sisi utara Jalan Antartika menuju Jalan Raya Jenggolo. Panjang yang akan dibangun sekitar 70 meter,” ujar Makhmud, Senin (7/9).
FR Buduran Bangun Ruas Baru Sepanjang 70 Meter
Ruas yang akan dibangun berada di sisi utara Jalan Antartika, tepat di depan Gedung Al Khoziny baru. Dari titik tersebut, jalan akan diarahkan menuju kawasan SMKN 1 Buduran hingga nantinya tersambung dengan Jalan Raya Jenggolo.
Pemkab Sidoarjo menargetkan proses pengosongan bangunan yang menghalangi trase jalan dapat diselesaikan pada akhir September. Setelah itu, pekerjaan fisik dijadwalkan mulai Oktober.
“Kalau bulan depan (Oktober, red) eksekusi, InsyaAllah targetnya awal Desember sudah bisa tersambung dari Waru sementara ini sampai ke Sidoarjo,” katanya.
Penyambungan ruas ini menjadi bagian penting dalam melanjutkan pembangunan Frontage Road di kawasan Buduran. Dengan tersambungnya ruas tersebut, akses kendaraan di jalur penyangga diharapkan semakin terkoneksi.
Jalur JPL 55 Tidak Akan Digeser
Dalam proses pembangunan, Pemkab Sidoarjo memastikan Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 55 di Jalan Raya Jenggolo tidak akan digeser.
Baca Juga: Hampir 90 Persen Warga Deltasari Pakai Jargas, PGN Perkuat Edukasi Keamanan di Sidoarjo Mojokerto
Untuk menghindari jalur perlintasan tersebut, pemerintah melakukan rekayasa trase dengan menggeser badan jalan sedikit ke arah timur.
Akibat rekayasa tersebut, jalur Frontage Road nantinya akan dibuat sedikit berbelok sebelum masuk ke Jalan Raya Jenggolo.
“Pembangunan tidak akan menggeser jalur JPL 55 di Jalan Raya Jenggolo. Rekayasa dilakukan dengan menggeser jalan sedikit ke timur. Jadi jalurnya nanti agak berbelok sebelum masuk ke Jalan Jenggolo,” jelasnya.
Pemkab Sidoarjo Siapkan Rp3,7 Miliar
Untuk merealisasikan penyambungan ruas Frontage Road tersebut, Pemkab Sidoarjo telah menyiapkan anggaran sekitar Rp3,7 miliar pada tahun anggaran 2026.
Pembangunan ruas sepanjang sekitar 70 meter itu diharapkan dapat berjalan sesuai jadwal setelah proses pengosongan bangunan selesai. Targetnya, koneksi dari arah Waru menuju Sidoarjo sudah dapat tersambung pada awal Desember 2026.
Editor : Hany AkasahSumber : radar sidoarjo