RADAR SURABAYA BISNIS - Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda mengalami episode erupsi menerus selama 25 jam yang terjadi dari Jumat (4/9/2026) hingga Minggu (6/9/2026).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan bahwa tingkat aktivitas gunung api tersebut saat ini masih bertahan pada Level III (Siaga).
Kepala PVMBG, Siti Sumilah Rita Susilawati, menjelaskan rekaman instrumental menunjukkan gempa erupsi menerus dimulai pada Jumat pukul 23.07 WIB dan resmi berakhir pada Minggu pukul 00.04 WIB.
Baca Juga: Menteri PKP Maruarar Sirait Dorong Tambahan Anggaran 2027 untuk Bedah Rumah dan Huntap Pascabencana
Fase ini kemudian ditutup dengan satu erupsi susulan bertipe Strombolian berdurasi 30 detik pada pukul 03.53 WIB. Selama erupsi, pengawasan visual mengonfirmasi adanya kolom letusan berwarna merah yang mendominasi saat malam hari, sementara kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi di siang hari.
Meski erupsi menerus telah berhenti, dinamika vulkanisme Gunung Anak Krakatau masih sangat aktif. Siti menekankan tingginya potensi letusan susulan yang dapat disertai bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, dan potensi aliran lava.
Untuk memitigasi risiko, PVMBG menetapkan larangan keras bagi masyarakat, wisatawan, maupun pendaki untuk beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat erupsi.
Baca Juga: BI Naikkan Insentif Likuiditas Jadi 6 Persen, Dorong Kredit UMKM
Selain itu, masyarakat pesisir di sekitar Banten dan Lampung diimbau tetap tenang, menjalankan aktivitas normal, dan tidak mudah terpancing hoaks mengenai ancaman tsunami, seraya terus memantau arahan resmi dari BPBD serta Badan Geologi.
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis