Gempa Susulan NTT Tembus 10.232 Kejadian, BNPB: Tak Ada Tambahan Korban Jiwa

Hany Akasah • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 19:18 WIB
Kondisi pengungsian warga terdampak gempa M 7,7 di Flores, NTT. BMKG mencatat 10.232 gempa susulan hingga Senin (31/8/2026)
Kondisi pengungsian warga terdampak gempa M 7,7 di Flores, NTT. BMKG mencatat 10.232 gempa susulan hingga Senin (31/8/2026).

RADAR SURABAYA BISNIS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa susulan pascagempa utama magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah mencapai 10.232 kejadian hingga Senin (31/8/2026) pukul 05.00 WIB.

Meski demikian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tidak ada lagi laporan korban jiwa baru dalam beberapa hari terakhir.

"Update gempa bumi susulan gempa Flores M 7,7 hingga tanggal 31 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, total gempa bumi susulan: 10.232," tulis BMKG dalam keterangan resminya.

Baca Juga: Tim Asal Kabupaten Malang Amankan Slot di Babak Grand Champion

Magnitudo gempa susulan terbesar tercatat 6,2, sementara yang terkecil 1,0. Dari total tersebut, sebanyak 35 kejadian bermagnitudo di atas 5, dan 157 kejadian dirasakan langsung oleh masyarakat.

BMKG menyebut grafik aktivitas gempa susulan mulai menunjukkan pola peluruhan, dengan perkiraan durasi berlangsung sekitar tiga hingga empat minggu sejak gempa utama terjadi.

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers yang disiarkan lewat YouTube BNPB, Minggu (30/8), menyampaikan tidak ada penambahan korban jiwa dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik dan Hybrid Meroket, Kuasai 27,3% Pasar RI

"Setelah terjadi gempa, kami juga dapatkan laporan korban jiwa yang meninggal dan yang luka-luka. Per hari ini dan dari beberapa hari yang lalu kami tidak memperoleh lagi laporan adanya korban meninggal baru, sehingga total yang meninggal adalah 111 orang," ujar Berton.

Selain penanganan korban jiwa, proses pemulihan pascabencana turut berlangsung di berbagai sektor, salah satunya lewat pemulihan dokumen kependudukan warga terdampak yang dilakukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Baca Juga: Musnahkan 43 Juta Rokok Ilegal, Eri Cahyadi Perluas Pengawasan di 31 Kecamatan

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Surbaya Bisnis
Gempa NTT bnpb gempa bumi dukcapil bmkg