Kemenkes: 3,4 Juta Warga Terdampak Asap Karhutla, Kasus ISPA Melonjak di Kalimantan

Hany Akasah • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:44 WIB
Kabut asap akibat karhutla menyelimuti kawasan Kalimantan, mengancam kesehatan warga. Kemenkes mencatat 3,4 juta jiwa terdampak dengan kasus ISPA yang melonjak drastis.
Kabut asap akibat karhutla menyelimuti kawasan Kalimantan, mengancam kesehatan warga. Kemenkes mencatat 3,4 juta jiwa terdampak dengan kasus ISPA yang melonjak drastis.

RADAR SURABAYA BISNIS – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 3.405.489 jiwa di 37 kabupaten/kota pada tujuh provinsi terdampak langsung kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Akibatnya, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melonjak tajam di sejumlah wilayah, terutama di Kalimantan.

Karhutla saat ini melanda tujuh provinsi, yaitu Jambi, Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Enam di antaranya telah menetapkan status siaga darurat bencana, mencakup Riau (12 kabupaten/kota), Jambi (11), Sumatra Selatan (17), Kalimantan Barat (14), Kalimantan Tengah (14), Kalimantan Selatan (13), dan Kalimantan Timur (10).

Baca Juga: Servis Murah Yamaha dan Beragam Hadiah Meriahkan Gebyar UMKM Sidoarjo

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Agus Jamaludin mengatakan penetapan status siaga darurat dilakukan untuk mengantisipasi memburuknya dampak kesehatan masyarakat akibat karhutla.

Dari sisi kualitas udara, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di sejumlah daerah masuk kategori sangat tidak sehat, dengan 3 kabupaten/kota di Sumatera Selatan dan 4 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah tercatat dalam kondisi tersebut.

Kenaikan kasus ISPA paling mencolok terjadi di Kalimantan Tengah, yang naik hampir dua kali lipat hanya dalam sepekan dari 402 kasus menjadi 716 kasus, atau melonjak 78,1 persen.

Baca Juga: Sepeda Onthel Juga Dipajakin dan Kena Tilang di Surabaya, Tapi Itu Dulu

Sementara di Kalimantan Barat, provinsi dengan karhutla terluas, total kasus ISPA sejak Januari 2026 tembus 151-165 ribu kasus, dengan lonjakan tertinggi di Pontianak, Kubu Raya, dan Mempawah.

Di Kalimantan Selatan, selain 18.423 kasus ISPA, tercatat juga penyakit sekunder seperti diare akut (4.107 kasus), pneumonia (1.232 kasus), suspek demam tifoid (1.175 kasus), dan Influenza-Like Illness/ILI (761 kasus).

Sedangkan di Riau, periode 1-23 Agustus 2026 tercatat 2.182 kasus ISPA, disertai 55 kasus asma, 42 kasus iritasi kulit, 16 kasus konjungtivitis, dan 15 kasus pneumonia. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat bencana asap ini.

Baca Juga: Muktamirin Berdatangan ke Muktamar NU, Senator Ning Lia: Multiplier Effect Ekonomi Bergerak, UMKM Ke

Sebagai respons, Kemenkes telah mengerahkan 314 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan epidemiolog dengan konsentrasi utama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Logistik yang disalurkan meliputi 278.940 masker, 56 unit oxygen concentrator, 40 face shield, 1.000 pasang sarung tangan medis, 36 tabung oksigen portabel, 8 set alat pelindung diri, 33 dus makanan tambahan, serta obat-obatan dan vitamin.

Di titik-titik rawan seperti Barito Utara, Barito Timur, dan Palangka Raya, pemerintah juga mendirikan pos kesehatan dan ruang oksigen, termasuk program "Oase Udara" di fasilitas kesehatan Kalimantan Barat.

Baca Juga: Sumbar Kirim 2,2 Ton Rendang untuk Penyintas Gempa NTT

Puncak musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026. Kemenkes mengimbau warga di zona merah karhutla untuk membatasi aktivitas luar ruangan, memakai masker, rutin memantau indeks kualitas udara lewat aplikasi, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, memperbanyak minum air putih, serta segera ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala gangguan pernapasan.

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Surbaya Bisnis
kalimantan ispa karhutla kemenkes tenaga kesehatan