Banyak Warga Bingung soal Desil DTSEN, BPS Ungkap Variabel yang Jadi Penentu

Hany Akasah • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:56 WIB
BPS menggunakan berbagai karakteristik sosial ekonomi untuk menentukan posisi relatif sebuah keluarga.
BPS menggunakan berbagai karakteristik sosial ekonomi untuk menentukan posisi relatif sebuah keluarga.

radarsurabayabisnis.id - Banyak warga masih bingung mengenai bagaimana pemerintah menentukan posisi desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Badan Pusat Statistik (BPS) akhirnya menjelaskan metode yang digunakan untuk menentukan peringkat kesejahteraan keluarga.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan, penentuan desil tidak hanya berdasarkan penghasilan. Kepemilikan barang, daya listrik, pekerjaan, maupun satu indikator tertentu juga tidak bisa menjadi satu-satunya dasar dalam menentukan posisi sebuah keluarga.

“Desil menunjukkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi,” ujar Amalia.

Dalam DTSEN, keluarga diperingkatkan berdasarkan kondisi sosial ekonominya, kemudian dibagi menjadi 10 kelompok. Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.

Baca Juga: Beberapa Bulan Lagi Desil 10 Bakal Dibatasi Beli BBM Subsidi, Ini Rencana Pemerintah

Meski demikian, keluarga yang berada dalam desil yang sama belum tentu memiliki penghasilan atau kondisi ekonomi yang sama persis.

Ini Variabel yang Digunakan BPS

BPS menggunakan berbagai karakteristik sosial ekonomi untuk menentukan posisi relatif sebuah keluarga. Sejumlah variabel yang menjadi pertimbangan antara lain:

Berbagai data tersebut dipertimbangkan secara bersama-sama. BPS kemudian menggunakan metode Proxy Means Test (PMT) untuk melakukan pemeringkatan.

Metode tersebut digunakan untuk memperkirakan kondisi sosial ekonomi rumah tangga berdasarkan sejumlah karakteristik yang dapat diamati, terutama ketika data pendapatan sulit diverifikasi secara langsung.

Baca Juga: Kemensos Gunakan Sistem Desil untuk Bansos 2026, Simak Cara Cek Statusnya

Karena itu, warga dengan penghasilan yang sama belum tentu berada dalam desil yang sama. Kondisi rumah, jumlah anggota keluarga, aset, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan faktor lainnya turut memengaruhi posisi relatif keluarga.

Desil Bukan Penentu Tunggal Penerima Bansos

BPS juga mengingatkan bahwa desil bukan merupakan daftar penerima bantuan sosial. Desil digunakan untuk membantu pemerintah mengidentifikasi kelompok masyarakat berdasarkan kondisi sosial ekonominya dan menjadi salah satu dasar dalam menentukan sasaran program.

Posisi desil juga tidak bersifat permanen. Data dapat diperbarui apabila terdapat perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga.

Pemutakhiran data dilakukan melalui berbagai sumber, termasuk pengecekan lapangan dan sejumlah kanal resmi seperti Cek Bansos, SIKS-NG, serta Cek DTSEN.

Namun, pengajuan pembaruan data tidak otomatis membuat posisi desil berubah. Penentuan tetap dilakukan berdasarkan data yang tersedia dan metode yang berlaku.

Dengan demikian, desil DTSEN bukan sekadar ukuran penghasilan atau kekayaan, melainkan hasil pemeringkatan relatif berdasarkan berbagai kondisi sosial ekonomi keluarga.

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Surabaya
cek bansos Desil 10 Desil DTSEN Cara Menentukan Desil bps