RADAR SURABAYA BISNIS – Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami peningkatan. Terpantau aliran lava meluncur sejauh 1,2 kilometer dari bibir kawah menuju arah selatan.
Berdasarkan data pengamatan selama 24 jam pada Selasa (18/8/2026), gunung setinggi 1.413 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini tercatat mengalami 158 kali letusan.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel, menyatakan bahwa rentetan letusan terjadi sepanjang pukul 00.00 hingga 24.00 Wita.
Baca Juga: BI-Rate Tetap 5,75 Persen, ini Dampaknya Buat Bunga Kredit dan Pertumbuhan Ekonomi
"Meletus 158 kali dengan amplitudo 11,1 hingga 40 milimeter, dan durasi 39 sampai 119 detik. Tinggi kolom letusan berkisar antara 100 hingga 500 meter," jelas Yeremias dalam keterangan resminya, Rabu (19/8/2026).
Lebih lanjut, Yeremias menjelaskan bahwa erupsi tersebut juga disertai dengan lontaran material pijar serta suara gemuruh berskala lemah hingga sedang.
Selain letusan utama, alat seismogram di Pos Pengamatan juga merekam aktivitas kegempaan lainnya, meliputi 13 kali embusan, 36 kali tremor nonharmonik, 2 kali gempa hybrid, 3 kali gempa vulkanik dangkal dan tremor menerus dengan amplitudo 16,6–33,2 milimeter.
Baca Juga: Kawasan Bromo Resmi Dibuka Kembali Hari ini, Cek Kuota dan Aturan Barunya
Merespons peningkatan aktivitas ini, pihak Pos Pengamatan mengeluarkan rekomendasi keselamatan. Masyarakat, pendaki, maupun wisatawan dilarang keras beraktivitas di dalam radius 2 kilometer dari pusat kawah Gunung Ile Lewotolok.
"Masyarakat harus mewaspadai potensi ancaman guguran lava dan awan panas, khususnya di sektor selatan, tenggara, dan timur laut," tambah Yeremias.
Warga juga diimbau untuk selalu menggunakan masker guna melindungi saluran pernapasan, serta menutup rapat tempat penampungan air bersih agar terhindar dari paparan abu vulkanik.
Baca Juga: Pemerintah dan DPR Sepakati Status Guru PPPK Jadi Pegawai Pusat, Buka Peluang PNS 2027
Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok ini menambah kewaspadaan di wilayah NTT. Hal ini mengingat kawasan tersebut masih berada dalam masa tanggap darurat pascagempa bumi besar yang terjadi beberapa hari sebelumnya.
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis