BNPB: 11.925 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT, 40.040 Warga Mengungsi

Hany Akasah • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:49 WIB
RUMAH WARGA: Ribuan rumah telah rusak karena Gempa yang terjadi di NTT.
RUMAH WARGA: Ribuan rumah telah rusak karena Gempa yang terjadi di NTT.

RADAR SURABAYA BISNIS – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 11.925 unit rumah rusak akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain kerusakan rumah, BNPB turut mencatat 40.040 jiwa mengungsi akibat dampak bencana ini.

"Data sementara pengungsi yang sementara ini kami kumpulkan, ada 40.040 jiwa, ini bukan menggambarkan kerusakan rumah, jadi perlu kita hati-hati menerjemahkannya, namun ini karena dampak psikologis yang dirasakan warga," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Selasa (18/8/2026).

Kabupaten Manggarai Timur mencatat jumlah pengungsi terbanyak, yakni 15.465 jiwa, dengan rincian 966 orang mengungsi di posko BPBD dan sekitar 14 ribu mengungsi secara mandiri.

Baca Juga: Hari Kelima Pascagempa NTT, 253 Ton Logistik Bantuan Sudah Dikirim

Di wilayah ini, tercatat 25 orang tewas, 442 luka berat, dan 513 luka ringan. Kabupaten Manggarai menyusul di posisi kedua dengan 6.487 pengungsi, disertai 27 korban meninggal, 31 luka berat, dan 88 luka ringan.

Sementara itu, dari total 11.925 unit rumah yang rusak, rinciannya mencakup 5.516 unit rusak berat, 1.916 unit rusak sedang, dan 4.493 unit rusak ringan. Berton menyebut kerusakan rumah terparah justru terjadi di Kabupaten Nagekeo, Manggarai Barat, dan Ngada.

Basarnas turut memperbarui data korban jiwa secara keseluruhan. "Sampai dengan hari ketiga kemarin, pukul 23.30 WIB, telah kami kompulir, total korban adalah 202 orang, meninggal dunia 70 orang dan luka-luka 132 orang," kata Direktur Operasi Basarnas, Laksma TNI Yudhi Bramantyo, dalam konferensi pers, Selasa (18/8/2026).

Baca Juga: Tiga Titik Api Membara di Gunung Arjuno, Jalur Pendakian Arjuno-Welirang Ditutup

Ia merinci, dari 132 orang yang terluka, 40 orang mengalami luka berat dan 92 orang luka ringan, dengan operasi pencarian kini difokuskan pada penyisiran di wilayah sulit dijangkau seperti Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur.

Di sisi lain, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pasokan BBM dan listrik di NTT berangsur membaik, meski belum pulih sepenuhnya.

"Perlahan-lahan sudah mulai ada perbaikan, termasuk juga listrik. Awalnya banyak daerah yang kena itu mati lampu, sekarang perlahan-lahan sudah bisa kita selesaikan," kata Bahlil di Jakarta, Selasa.

Baca Juga: Resmi! Kemenhaj Buka Seleksi Petugas Kesehatan Haji 2027, Ini Jadwal serta Formasinya

Mensesneg Prasetyo Hadi mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto berencana meninjau langsung penanganan bencana di NTT, meski waktu kunjungan masih menunggu perkembangan kondisi lapangan.

"Kehadiran seorang Presiden tentu membutuhkan persiapan dan sarana-sarana yang tidak seperti kunjungan biasa," ujar Prasetyo.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 11.925 unit rumah rusak akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain kerusakan rumah, BNPB turut mencatat 40.040 jiwa mengungsi akibat dampak bencana ini.

Baca Juga: Mentan Amran Ancam Cabut Izin Importir Nakal yang Permainkan Harga Pakan

"Data sementara pengungsi yang sementara ini kami kumpulkan, ada 40.040 jiwa, ini bukan menggambarkan kerusakan rumah, jadi perlu kita hati-hati menerjemahkannya, namun ini karena dampak psikologis yang dirasakan warga," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Selasa (18/8/2026).

Kabupaten Manggarai Timur mencatat jumlah pengungsi terbanyak, yakni 15.465 jiwa, dengan rincian 966 orang mengungsi di posko BPBD dan sekitar 14 ribu mengungsi secara mandiri.

Di wilayah ini, tercatat 25 orang tewas, 442 luka berat, dan 513 luka ringan. Kabupaten Manggarai menyusul di posisi kedua dengan 6.487 pengungsi, disertai 27 korban meninggal, 31 luka berat, dan 88 luka ringan.

Baca Juga: Waspada! Ahli UI Sebut Polusi Udara Musim Kemarau Picu Kasus ISPA

Sementara itu, dari total 11.925 unit rumah yang rusak, rinciannya mencakup 5.516 unit rusak berat, 1.916 unit rusak sedang, dan 4.493 unit rusak ringan. Berton menyebut kerusakan rumah terparah justru terjadi di Kabupaten Nagekeo, Manggarai Barat, dan Ngada.

Basarnas turut memperbarui data korban jiwa secara keseluruhan. "Sampai dengan hari ketiga kemarin, pukul 23.30 WIB, telah kami kompulir, total korban adalah 202 orang, meninggal dunia 70 orang dan luka-luka 132 orang," kata Direktur Operasi Basarnas, Laksma TNI Yudhi Bramantyo, dalam konferensi pers, Selasa (18/8/2026).

Ia merinci, dari 132 orang yang terluka, 40 orang mengalami luka berat dan 92 orang luka ringan, dengan operasi pencarian kini difokuskan pada penyisiran di wilayah sulit dijangkau seperti Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur.

Baca Juga: Tembus Pasar Global! PT Segara Pacific Resources Tekan MoU Ekspor Seafood Rp 4,7 Miliar di Vietfish

Di sisi lain, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pasokan BBM dan listrik di NTT berangsur membaik, meski belum pulih sepenuhnya.

"Perlahan-lahan sudah mulai ada perbaikan, termasuk juga listrik. Awalnya banyak daerah yang kena itu mati lampu, sekarang perlahan-lahan sudah bisa kita selesaikan," kata Bahlil di Jakarta, Selasa.

Mensesneg Prasetyo Hadi mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto berencana meninjau langsung penanganan bencana di NTT, meski waktu kunjungan masih menunggu perkembangan kondisi lapangan.

Baca Juga: Waspada! Ahli UI Sebut Polusi Udara Musim Kemarau Picu Kasus ISPA

"Kehadiran seorang Presiden tentu membutuhkan persiapan dan sarana-sarana yang tidak seperti kunjungan biasa," ujar Prasetyo.

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
Gempa NTT bnpb mengungsi rumah rusak bencana alam