RADAR SURABAYA BISNIS – Tiga titik api membara di kawasan Gunung Arjuno, Rabu (19/8/2026), memicu pengerahan tim gabungan dan penutupan jalur pendakian Arjuno-Welirang demi keselamatan. Kobaran api ini muncul tak lama setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo berhasil dipadamkan.
Api kini terdeteksi di wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo dan menjadi perhatian khusus karena berada di medan pegunungan yang curam serta berangin.
Tim dari BPBD Jatim, BPBD Kabupaten Pasuruan, dan BPBD Kabupaten Mojokerto telah dikerahkan melakukan pemadaman lewat jalur darat, sementara upaya pemadaman udara lewat teknik water bombing turut mulai dipersiapkan.
Baca Juga: Resmi! Kemenhaj Buka Seleksi Petugas Kesehatan Haji 2027, Ini Jadwal serta Formasinya
Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, mengatakan satu unit helikopter milik Pemprov Jatim disiapkan untuk mendukung pemadaman.
"Helikopter tadi sudah melakukan survei titik-titik apinya. Untuk dianalisa, dan didata untuk kemungkinan dilakukan pemadaman api dari atas. Selain itu sambil menunggu penjadwalan helikopter, tim kita juga sudah turun untuk melakukan pemadaman lewat jalur darat," kata Gatot.
Gatot menyebut total ada tiga titik api yang kini menjadi fokus penanganan, dengan petugas berupaya mencegah kobaran meluas ke area lain.
Baca Juga: Mentan Amran Ancam Cabut Izin Importir Nakal yang Permainkan Harga Pakan
Proses pemadaman di kawasan atas gunung tidak berjalan mudah, mengingat medan yang curam serta angin kencang di kawasan pegunungan yang berpotensi mempercepat penyebaran api.
Sebagai persiapan pemadaman udara, Danau Kaliandra di kawasan Pasuruan telah menjalani asesmen untuk dipersiapkan sebagai lokasi pengambilan air bagi operasi water bombing.
Menyikapi kondisi ini, UPT Tahura Raden Soerjo resmi menutup jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang, berdasarkan surat pengumuman Nomor 500.4.6.10/1276/123.7.2/2026. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jatim, Jumadi, menegaskan keputusan ini diambil untuk melindungi keselamatan pendaki sekaligus masyarakat di sekitar kawasan.
Baca Juga: Tembus Pasar Global! PT Segara Pacific Resources Tekan MoU Ekspor Seafood Rp 4,7 Miliar di Vietfish
Tim gabungan turut bergerak menuju kawasan Lembah Lengkehan guna mencegah api meluas lebih jauh, sembari menunggu kesiapan cuaca yang mendukung pelaksanaan water bombing dari udara.
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis