5 Ribu Warga Sikka dan Manggarai Masih Mengungsi Usai Gempa Dahsyat NTT

Hany Akasah • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:48 WIB
Warga terdampak gempa M 7,7 di Nagekeo, NTT, bertahan di pengungsian darurat. BNPB mencatat lebih dari 5.000 jiwa kini krisis bantuan tenda, beras, dan air bersih.
Warga terdampak gempa M 7,7 di Nagekeo, NTT, bertahan di pengungsian darurat. BNPB mencatat lebih dari 5.000 jiwa kini krisis bantuan tenda, beras, dan air bersih.

RADAR SURABAYA BISNIS - Lebih dari 5.000 warga Nusa Tenggara Timur (NTT) masih bertahan di lokasi pengungsian usai gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo pada Sabtu (15/8/2026). 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat ini memprioritaskan pemenuhan kebutuhan logistik darurat bagi para penyintas.

Berdasarkan pemutakhiran data BNPB per Minggu (16/8/2026), sebaran pengungsi terbanyak berada di Kabupaten Sikka dengan total 3.356 jiwa. Sebanyak 1.356 jiwa terkonsentrasi di GOR Samador, sementara 2.000 jiwa lainnya tersebar di 10 titik pengungsian mandiri.

Baca Juga: 5 Jam Padamkan Api, Puluhan Bus Sinar Jaya Tak Beroperasi Hangus di Bekasi

"Pendataan kebutuhan masyarakat terdampak masih terus berjalan bersama pemerintah daerah dan tim gabungan, guna memastikan bantuan disalurkan sesuai kondisi terkini di lapangan," ujar perwakilan BNPB dalam keterangannya.

Krisis logistik menjadi tantangan utama di wilayah terdampak, khususnya di Kabupaten Manggarai. Para pengungsi mendesak kebutuhan puluhan tenda darurat, 30 ton beras, obat-obatan, serta masing-masing 1.000 selimut, velbed, dan tikar. Pasokan air bersih lewat tandon dan genset juga sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas di posko.

Di sisi infrastruktur, tim gabungan masih menghadapi kendala distribusi. Meski jalur lintas darat Larantuka-Maumere telah kembali terhubung, akses utama Ende-Nagekeo masih terputus total akibat gempa. Tim penanganan darurat kini tengah mencari rute alternatif untuk mempercepat penyaluran logistik.

Baca Juga: Kado Kemerdekaan! Ada Diskon Pajak 20-50 Persen dan Bebas Denda di Gresik

Untuk menangani korban luka dan sakit, pemerintah telah mendirikan dan mengoperasikan Rumah Sakit Lapangan di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.

Menyikapi eskalasi dampak bencana, Pemerintah Provinsi NTT tengah memproses penetapan status tanggap darurat tingkat provinsi selama 14 hari ke depan.

Di tingkat kabupaten, sejumlah wilayah telah mengambil langkah cepat:

Baca Juga: Semarakkan HUT ke-81 RI, PT Terminal Teluk Lamong Gelar Rangkaian Lomba dan Pesta Rakyat Rangkul UMKM Ring 1

Pemerintah terus mengimbau warga agar tetap berada di tempat yang aman dan mewaspadai potensi gempa susulan.

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
Gempa NTT bnpb bantuan pengungsian nusa tenggara timur