Marak Pencurian Fasum Taman Surabaya, Warga yang Berani Lapor Dapat Hadiah Uang Tunai!

Hany Akasah • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:24 WIB
Petugas amankan kursi besi taman di Surabaya yang kerap jadi sasaran pencurian fasilitas umum kota.
Petugas amankan kursi besi taman di Surabaya yang kerap jadi sasaran pencurian fasilitas umum kota.

RADAR SURABAYA BISNIS - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyoroti semakin maraknya aksi pencurian fasilitas umum (fasum) di sejumlah taman kota. 

Sasaran para pelaku kini tak lagi sekadar pot tanaman, namun sudah nekat menggasak aset berharga tinggi seperti kabel lampu hias hingga kursi besi penyangga estetika ruang publik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, M. Fikser, menyayangkan aksi pencurian dan vandalisme yang merugikan publik tersebut. Menurutnya, kelengkapan taman kota sangat krusial karena berfungsi sebagai ruang interaksi sosial warga.

Baca Juga: Promo HUT RI ke-81! Naik Trans Jatim dan Suroboyo Bus Cuma Rp 81 Pakai QRIS

"Kalau jumlah seluruh taman Kota Surabaya itu lebih dari 800, dan untuk taman aktif jumlahnya ada 47. Makanya kita harus menjaga taman itu bersih supaya warga mau datang," ujar Fikser.

Lebih lanjut, Fikser mengungkapkan bahwa kursi-kursi besi yang dipasang di 220 titik sejak periode 2016 memiliki nilai yang tak murah, yakni berkisar di atas Rp3 juta per unit. 

Meskipun pihak DLH telah mengamankan kursi tersebut menggunakan metode las dan baut tanam drat khusus di bagian kaki, pelaku tetap saja mencari celah untuk membawanya kabur.

Baca Juga: HUT ke-81 RI Makin Dekat, Kepala Bakom Keluarkan Imbauan Penting soal Medsos

Tak hanya kursi, pencurian kabel lampu lilit yang dipasang di kawasan Sungai Kalimas dan sejumlah taman pun turut lenyap. DLH mencatat bahwa kabel yang dicuri bisa mencapai puluhan meter dalam satu kali aksi. 

Mengingat tingkat kesulitan dan kecepatan pelaku, aksi ini diduga kuat didalangi oleh kelompok yang sudah berpengalaman.

Menghadapi sindikat pencurian fasilitas umum ini, Pemkot Surabaya mengambil langkah tegas dengan melibatkan peran aktif masyarakat. 

Baca Juga: 100 Penari Jatim Siap Pukau Istana Negara di HUT ke-81 RI, Siswa 9 Tahun Asal Tulungagung Curi Perhatian

DLH Surabaya resmi mengadakan sayembara berhadiah bagi warga yang berani mendokumentasikan tindak pencurian maupun perusakan lingkungan di area taman kota.

"Jadi kita membuat sayembara ini memang sudah lama. Bukan sekadar melapor kehilangan, tapi harus ada bukti orang yang melakukan pencurian. Cukup foto, upload ke IG-nya Dinas Lingkungan Hidup, kami respon, kami berikan uang Rp300.000," tegas Fikser.

Ke depan, Pemkot berharap program ini dapat menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) di tengah masyarakat. Dengan anggaran perawatan yang tidak sedikit, keterlibatan warga menjadi kunci utama untuk menjaga aset kota agar tetap bisa dinikmati bersama.

Baca Juga: Lantik BAZNAS Jatim 2026-2031, Khofifah Targetkan Zakat Bikin Warga Mandiri

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
sayembara fasum surabaya DLH Kota Surabaya fasilitas umum surabaya