RADAR SURABAYA BISNIS - Pemerintah Indonesia dan Tiongkok kembali memperkuat kemitraan ekonomi strategis melalui penandatanganan sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) terkait pengembangan Kawasan Industri Wiraraja di Bangkalan, Madura.
Langkah ini diproyeksikan membuka jalan bagi Madura untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Jawa Timur.
Prosesi penandatanganan yang berlangsung di Jakarta, Rabu (5/8/2026), melibatkan kerja sama antara PT Wiraraja Madura International dengan Guangzhou Zhanjiang Industrial Transfer Cooperation Park Management Committee.
Baca Juga: BI Pastikan Inflasi Juli 2026 Aman, Harga Kebutuhan Pokok Mulai Melandai
Agenda ini turut disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Menko Airlangga menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari akselerasi program Two Countries Twin Parks (TCTP) yang terus didorong oleh pemerintah.
"Kawasan di Madura ini ke depannya juga merupakan kawasan heavy industry Indonesia. Jadi nanti dengan adanya Kawasan Industri Bangkalan ini akan menjadi seimbang," ungkap Airlangga.
Baca Juga: Sri Mulyani Ditunjuk Bank Dunia Pimpin Kelola Pembiayaan Negara Miskin hingga 2031
Lebih lanjut, Menko Airlangga menyoroti pemanfaatan Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) senilai ekuivalen 50 miliar dolar antara Indonesia dan Tiongkok.
Skema ini diharapkan mampu memfasilitasi transaksi perdagangan bilateral dengan mata uang masing-masing, sehingga mengurangi ketergantungan terhadap mata uang asing lainnya.
Melalui kerja sama ini, sejumlah klaster industri padat karya asal Tiongkok seperti industri cokelat, matras, tekstil, dan benang yang direncanakan akan segera dibangun di Kawasan Industri Wiraraja.
Baca Juga: BPS Naikkan Garis Kemiskinan Jadi Rp669 Ribu per Bulan, Jumlah Warga Miskin Malah Menurun
Pemerintah Kabupaten Bangkalan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga telah berkomitmen untuk mempercepat proses perizinan guna merealisasikan penyerapan tenaga kerja lokal secara optimal.
Di sisi lain, Wali Kota Zhanjiang, Li Yongyi, menyatakan bahwa Indonesia adalah salah satu mitra dagang terpenting bagi kotanya. Kerja sama ini diharapkan menjadi model kolaborasi konkret dalam implementasi TCTP melalui penguatan investasi dan pertukaran informasi industri.
Tren positif hubungan ekonomi kedua negara tercermin dari nilai perdagangan antara Zhanjiang dan Indonesia yang mencapai 2,461 miliar yuan pada tahun 2025, meningkat 6,3 persen dari tahun sebelumnya.
Baca Juga: Kinerja Positif, DJP Jatim II Catat Penerimaan Pajak Rp16,08 Triliun hingga Juli 2026
Kehadiran investasi baru ini diyakini akan semakin mengukuhkan kerja sama bilateral dan mempercepat pemerataan pembangunan di daerah.
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis