radarsurabayabisnis.id - Pemanfaatan jaringan gas bumi (Jargas) PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di Kabupaten Lumajang terus mendapat respons positif dari masyarakat. Selain dinilai lebih praktis, Jargas PGN juga mampu menekan pengeluaran rumah tangga karena biaya penggunaan lebih hemat dibandingkan LPG 3 kilogram.
Sejumlah warga mengaku beralih ke jaringan gas bumi setelah merasakan pasokan energi yang lebih stabil dan tidak lagi khawatir kesulitan mendapatkan tabung LPG bersubsidi.
Baca Juga: Proyek Gas Lepas Pantai North Hub Dimulai, Siap Topang Target Produksi Migas Nasional 2028
Jargas PGN Bikin Tagihan Gas Lebih Hemat
Salah satu pengguna Jargas PGN, Erniwati, warga Kecamatan Klakah, Lumajang, mengaku aktivitas memasaknya kini jauh lebih nyaman sejak menggunakan jaringan gas bumi.
Menurutnya, sebelum beralih ke Jargas PGN, dirinya kerap kesulitan memperoleh LPG 3 kilogram saat pasokan di pasaran terbatas.
"Kalau pakai gas melon sering tidak dapat barangnya. Jadi, kalau ada jargas ini, lebih nyaman dan tenang," ujar Erni.
Baca Juga: Industri Plastik RI Terjepit, Gas Mahal dan Impor Murah Ancam Pabrik Rugi
Pedagang nasi lalapan tersebut mengungkapkan, sebelumnya pengeluaran untuk membeli LPG mencapai sekitar Rp80 ribu setiap bulan. Setelah menggunakan Jargas PGN, biaya yang dikeluarkan hanya berkisar Rp36 ribu hingga Rp46 ribu per bulan.
"Jadi memang lebih hemat," katanya.
Pengalaman serupa dirasakan Susiana, warga Desa Melawang, Kecamatan Klakah. Ia telah menggunakan jaringan gas bumi sejak 2023 dan mengaku puas dengan kualitas layanan yang diberikan.
"Apinya besar dan stabil. Jadi memasak lebih tenang," tuturnya.
Ribuan Rumah di Lumajang Sudah Terhubung Jargas PGN
Area Head PGN Pasuruan, Mochamad Arif, mengatakan pembangunan jaringan gas rumah tangga di wilayah Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang terakhir dilakukan melalui program yang didanai APBN pada 2023.
Di Kabupaten Lumajang, pemerintah membangun sebanyak 4.020 sambungan rumah (SR). Hingga saat ini, sebanyak 2.777 sambungan masih tercatat sebagai pelanggan aktif PGN.
Menurut Arif, sebagian pelanggan sudah tidak lagi menggunakan layanan karena mengalami keterlambatan pembayaran yang berujung pada penghentian sementara sambungan. Meski demikian, minat masyarakat terhadap penggunaan jaringan gas bumi tetap tinggi.
PGN Bidik Hotel, Restoran, dan UMKM
Selain menyasar rumah tangga, PGN kini mulai membuka peluang perluasan jaringan gas bumi untuk sektor usaha, seperti hotel, restoran, kafe (horeka), hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
PGN juga telah berdiskusi dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang mengenai potensi pengembangan pelanggan di sektor usaha yang dinilai memiliki kebutuhan energi cukup besar.
"Kami sudah berdiskusi dengan pemerintah daerah terkait potensi pengembangan pelanggan sektor horeka dan UMKM. PGN siap apabila ada pelaku usaha yang ingin beralih menggunakan jaringan gas bumi," ujar Arif.
PGN berharap perluasan pemanfaatan jaringan gas bumi tidak hanya membantu masyarakat menghemat biaya energi, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional pelaku usaha sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap LPG bersubsidi.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surabaya