RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah menggelar seleksi ketat untuk mengisi tiga posisi jajaran direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kebun Binatang Surabaya (KBS).
Dari proses pendaftaran, tercatat ada 24 pelamar yang akan bersaing memperebutkan kursi Direktur Utama, Direktur Operasional dan Umum, serta Direktur Keuangan dan SDM.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa akuntabilitas dan transparansi anggaran menjadi syarat mutlak bagi calon pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.
Baca Juga: Khofifah Perkuat Kerja Sama Jatim-Maroko, Buka Peluang Investasi Hingga Beasiswa
Guna mengawal akuntabilitas ini dan mencegah potensi penyimpangan, Pemkot Surabaya telah menerapkan sistem pengawasan berlapis yang melibatkan auditor independen sejak tahun 2023.
"Semua kepala BUMD harus bisa bertanggung jawab penuh terhadap anggarannya. Diperlukan komitmen kuat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti korupsi," tegas Eri Cahyadi pada Senin (3/8).
Ia juga memastikan bahwa rekrutmen ini berjalan sangat transparan dan terbuka luas bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang memenuhi kualifikasi profesional, bukan hanya pelamar yang berdomisili di Jawa Timur.
Baca Juga: Biodiesel B50 Mulai Berlaku, GAPKI Pastikan Ekspor CPO 2026 Belum Terganggu
Di sisi lain, parameter penilaian tidak hanya berpusat pada kepiawaian mengelola bisnis.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya, Syamsul Hariadi, memaparkan bahwa KBS memiliki karakteristik yang sangat berbeda dibandingkan BUMD pada umumnya karena memikul tanggung jawab di bidang pelestarian alam dan lingkungan.
"Kami membutuhkan pimpinan yang tidak hanya memiliki kemampuan manajerial dan bisnis, tetapi juga peduli terhadap satwa liar serta memahami betul aspek konservasi," ujar Syamsul, Selasa (4/8).
Baca Juga: Ekonomi RI Makin Solid! Inflasi Juli 2026 Terkendali, Sektor Manufaktur Ngegas Lagi
Untuk menjamin proses seleksi yang objektif dan komprehensif, Pemkot Surabaya turut melibatkan pihak-pihak dengan keahlian spesifik.
Para pelamar yang lolos seleksi administrasi akan menjalani serangkaian uji kompetensi dan psikotes yang dinilai langsung oleh tim ahli, termasuk dari Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, akademisi, serta tenaga ahli di bidang kedokteran hewan.
Keterlibatan lintas disiplin ilmu ini diharapkan mampu melahirkan jajaran direksi yang kompeten dalam membawa KBS berkembang menjadi lembaga konservasi, edukasi, dan rekreasi yang berkelanjutan.
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis