Mentan Amran Siapkan Bibit dan Olah Lahan Gratis untuk Pesantren, Begini Syaratnya

Hany Akasah • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 11:57 WIB
KETAHANAN PANGAN: Mentan Andi Amran Sulaiman hadir di Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Jakarta, Minggu (26/7/2026).
KETAHANAN PANGAN: Mentan Andi Amran Sulaiman hadir di Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Jakarta, Minggu (26/7/2026).

RADAR SURABAYA BISNIS – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak pondok pesantren untuk mengambil peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. 

Sebagai bentuk dukungan nyata, Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan program bantuan berupa pengolahan lahan tanpa biaya serta penyediaan bibit komoditas perkebunan secara gratis.

Pernyataan tersebut disampaikan Mentan Amran saat menghadiri Kongres Umat Islam Indonesia VIII yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Minggu (26/7).

Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Domestik, Kapasitas Galangan Kapal Nasional Terus Ditingkatkan

Mentan menjelaskan bahwa pesantren yang memiliki lahan produktif dapat langsung mengusulkan bantuan tersebut melalui dinas pertanian setempat. 

Langkah ini diharapkan mampu mendorong pesantren menjadi pusat kegiatan pertanian sekaligus membangun kemandirian ekonomi para santri.

"Kalau ada pesantren yang membutuhkan, ada bibit tebu, kakao, kelapa, mente, kopi, semuanya gratis dari Bapak Presiden. Pengolahan lahannya juga gratis. Bibitnya gratis. Tinggal lahannya disiapkan, nanti kami tanami," ujar Mentan Amran.

Baca Juga: Kenaikan Tarif Tol Mulai Dibahas, Tiga Ruas Tol Ini Masuk Daftar Evaluasi

Program kolaborasi ini merupakan bagian dari inisiatif skala besar Kementan dalam mengembangkan sekitar 870 ribu hektare komoditas perkebunan strategis di berbagai wilayah Nusantara. 

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran senilai Rp9,95 triliun untuk mendukung penyediaan bibit unggul serta pengembangan perkebunan rakyat tahun ini.

Lebih lanjut, Mentan Amran juga memaparkan kebijakan hilirisasi komoditas pertanian, seperti pada kelapa sawit, minyak goreng, ayam, dan telur. 

Baca Juga: Ekspansi Rute Baru dan Layanan Pelayaran Terapkan Tren Positif, Arus Peti Kemas Nasional Tembus 6,63 Juta TEUs

Strategi hilirisasi dinilai penting agar manfaat pembangunan pertanian dapat memberikan nilai tambah ekonomi yang langsung dirasakan oleh masyarakat, tidak sekadar berhenti pada tahap produksi.

Selain pemberdayaan pesantren dan perkebunan rakyat, agenda ketahanan pangan juga terus diperluas hingga ke wilayah timur Indonesia. 

Program cetak sawah dan optimalisasi lahan yang awalnya difokuskan di Papua Selatan kini mulai dikembangkan ke Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya.

Baca Juga: Pasar Halal Global Bernilai Fantastis, Berikut Lima Sektor Unggulan Indonesia

Mentan mencatat bahwa pemerintah telah membangun sawah baru dan mengoptimalisasi sekitar 138 ribu hektare lahan. Antusiasme masyarakat setempat diklaim cukup tinggi, terbukti dari adanya permintaan tambahan lahan dari sejumlah kepala suku yang menginginkan peningkatan kesejahteraan melalui sektor pertanian.

Optimalisasi kolaborasi antara pemerintah, pondok pesantren, masyarakat adat, dan elemen umat Islam lainnya diharapkan mampu memperluas basis produksi pangan sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi di tingkat akar rumput.

Baca Juga: Lahan 55 Ribu Meter Persegi di Medokan Asri Timur Ditertibkan, Siap Disulap Jadi Area RSUD Eka Candrarini

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
bibit gratis mentan amran swasembada pangan pondok pesantren