Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat Dibuka September, Untuk Guru Ngaji Dapat Honor Rp500 Ribu

Hany Akasah • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 18:54 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau salah satu Sekolah Rakyat di Jawa Timur.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau salah satu Sekolah Rakyat di Jawa Timur.

radarsurabayabisnis.id - Pemenuhan tenaga pendidik di Sekolah Rakyat Jawa Timur masih berlangsung. Pemerintah menargetkan proses rekrutmen guru dan tenaga kependidikan baru dimulai pada akhir September hingga awal Oktober 2026.

Sambil menunggu proses tersebut, kegiatan belajar mengajar di seluruh Sekolah Rakyat tetap berjalan dengan dukungan guru tamu yang dipinjam dari pemerintah kabupaten/kota maupun Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Kepala Dinas Sosial Jawa Timur Restu Novi Widiani mengatakan, khusus jenjang SMA, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Dinas Pendidikan Jawa Timur untuk menugaskan guru-guru yang lokasinya berdekatan dengan Sekolah Rakyat.

Baca Juga: ASN Jatim Boleh Terlambat Masuk Kerja demi Antar Anak Hari Pertama Sekolah

"Kami mencari guru SMA yang berada paling dekat dengan lokasi Sekolah Rakyat. Status mereka sementara sebagai guru tamu sampai proses rekrutmen selesai," ujar Novi, Senin (27/7).

Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat Dimulai Akhir September

Menurut Novi, kebutuhan tenaga pendidik permanen masih dalam tahap pembahasan bersama pemerintah pusat. Rekrutmen guru dan tenaga kependidikan ditargetkan mulai dilakukan pada akhir September atau awal Oktober 2026.

Selama masa transisi, guru yang dipinjamkan tetap menerima gaji sesuai instansi asal masing-masing. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak mengalokasikan anggaran khusus untuk pembayaran honor guru tamu tersebut karena pembiayaan utama program Sekolah Rakyat berasal dari Kementerian Sosial.

Baca Juga: Bus Sekolah Gratis di Sidoarjo Segera Beroperasi, Ini 5 Rute yang Disiapkan

"Kami tidak menganggarkan secara khusus. Guru yang dipinjamkan tetap menerima gaji sesuai skema dari instansi asalnya. Untuk guru baru masih dalam tahap pembahasan," jelasnya.

Sekolah Rakyat Juga Didukung Guru Ngaji

Selain guru mata pelajaran umum, Sekolah Rakyat juga mendapat dukungan tenaga pengajar keagamaan melalui guru ngaji.

Saat ini, setiap guru ngaji menerima honor sebesar Rp500 ribu per bulan yang bersumber dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Dinas Sosial Jawa Timur. Kegiatan mengaji sementara dilaksanakan dua kali setiap pekan.

Seiring bertambahnya jumlah siswa, kebutuhan tenaga pengajar keagamaan akan dievaluasi kembali, terutama ketika Sekolah Rakyat mulai beroperasi secara permanen.

Jumlah Siswa Meningkat, Kebutuhan Guru Ikut Bertambah

Novi menjelaskan, pada tahap perintisan jumlah siswa di setiap Sekolah Rakyat berkisar antara 50 hingga 100 orang. Namun, pada tahun ajaran ini jumlah peserta didik meningkat cukup signifikan sehingga kebutuhan tenaga pendidik juga semakin besar.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Dinas Sosial Jawa Timur juga menggandeng berbagai organisasi keagamaan agar dapat memberikan dukungan tenaga pengajar maupun pembiayaan.

"Kami bekerja sama dengan organisasi keagamaan agar bisa saling mendukung. Menurut saya, Sekolah Rakyat merupakan tanggung jawab bersama," ujarnya.

Selain menyiapkan tenaga pendidik, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memberikan dukungan bagi kebutuhan siswa. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa disebut turut membantu penyediaan perlengkapan mandi dan kebutuhan dasar lainnya bagi peserta didik pada awal tahun ajaran baru.

Editor : Hany Akasah
rekrutmen guru Sekolah Rakyat Jawa Timur guru Sekolah Rakyat khofifah indar parawansa Sekolah Rakyat