RADAR SURABAYA BISNIS — Gelombang kegembiraan melanda warga Palestina di Jalur Gaza saat mereka berkumpul untuk merayakan kemenangan dramatis Spanyol atas Argentina dalam laga final Piala Dunia 2026.
Di tengah situasi sulit yang masih menyelimuti wilayah tersebut, ribuan warga tampak memadati jalanan untuk menyaksikan laga krusial itu secara bersama-sama melalui layar kaca berukuran besar pada Minggu malam.
Berdasarkan laporan yang dilansir dari Anadolu Agency pada Senin (20/7/2026), momen kebersamaan ini diwarnai aksi warga yang membawa dan mengibarkan bendera Spanyol serta Palestina secara bergantian sebagai bentuk dukungan.
Sorak-sorai serta tepuk tangan pecah begitu penyerang Timnas Spanyol, Ferran Torres, berhasil membobol gawang Argentina di babak perpanjangan waktu.
Warga berdiri sambil mengangkat tangan dan tersenyum kegirangan, bahkan seorang warga tak mampu membendung rasa senangnya hingga mengangkat kursi plastik yang mendudukinya. Perayaan meriah tersebut langsung disambut lantunan musik gembira begitu peluit panjang berbunyi.
Baca Juga: Kredit Melonjak 93%, Bank Justru Perketat Penyaluran Pinjaman, Ini Alasannya
Di lokasi nonton bareng, salah seorang warga Gaza mengekspresikan kebahagiaannya atas hasil pertandingan yang berlangsung sengit tersebut.
"Malam ini kami melupakan sejenak rasa lelah dan kesulitan yang ada. Kemenangan Spanyol terasa seperti kemenangan kecil bagi kami yang mendambakan kedamaian dan kegembiraan di jalanan Gaza ini," ujar salah seorang warga di tengah riuhnya suasana perayaan.
Pertandingan final yang digelar di New Jersey Stadium itu sendiri berlangsung sangat ketat. Spanyol akhirnya berhasil menundukkan sang juara bertahan, Argentina, dengan skor tipis 1-0.
Setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol sepanjang 90 menit waktu normal, gol penentu kemenangan La Furia Roja baru tercipta pada menit ke-106 lewat sepakan Ferran Torres.
Baca Juga: Pasar Otomotif Bergairah, Penjualan Mobil Baru Semester I 2026 Melonjak 15,9 Persen
Laga babak perpanjangan waktu juga berlangsung keras bagi Argentina, yang harus mengakhiri pertandingan hanya dengan sembilan pemain setelah Enzo Fernandez dan Leandro Paredes dianjarkan kartu merah oleh wasit.
Hasil manis ini resmi mengantarkan Spanyol memboyong trofi juara dunia untuk kedua kalinya sepanjang sejarah, mengulang kejayaan mereka yang pernah diraih pada edisi Piala Dunia 2010.
Di sisi lain, kekalahan pahit ini memastikan Argentina gagal mempertahankan mahkota juara yang berhasil mereka raih empat tahun lalu. Bagi warga Gaza, terlepas dari hasil statistik di lapangan, momen ini menjadi bukti nyata bagaimana sepak bola tetap mampu menjadi jembatan persatuan dan sumber kebahagiaan di tengah masa-masa sulit. (yas/han)
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis