radarsurabayabisnis.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan proyek pembangunan Jalan Raya Wiyung terus berlanjut. Setelah proses pengadaan konstruksi selesai, proyek senilai sekitar Rp138 miliar itu kini memasuki tahap pembebasan lahan sebagai persiapan pelebaran jalan dan pembangunan saluran drainase.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Hidayat Syah mengatakan pembebasan lahan menjadi tahapan penting sebelum pekerjaan fisik dapat dilaksanakan secara maksimal.
"Prosesnya sekarang masuk tahapan lanjutan, yaitu pembebasan lahan. Setelah itu baru pekerjaan fisik bisa berjalan maksimal sesuai perencanaan," kata Hidayat, Minggu (20/7).
Baca Juga: Berhasil Jaring 9.217 Aduan, Hotline Lapor Cak Eri Jadi Katalis Reformasi Birokrasi di Surabaya
Pelebaran Jalan dan Drainase Dikerjakan Bersamaan
Menurut Hidayat, proyek tersebut tidak hanya berfokus pada pelebaran badan jalan. Pemkot Surabaya juga akan membangun sistem drainase baru sebagai penunjang agar kawasan lebih siap menghadapi genangan sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur.
"Di lokasi itu nantinya tidak hanya dilakukan pelebaran jalan, tetapi juga dibangun saluran sebagai penunjang infrastruktur. Jadi, konsepnya memang menyeluruh agar fungsi jalannya optimal," ujarnya.
Koridor Wiyung-Menganti merupakan salah satu akses utama menuju Kota Surabaya dari Kabupaten Gresik. Pelebaran jalan diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan yang selama ini sering terjadi, terutama pada jam sibuk pagi dan sore.
Proyek Rp138 Miliar Diharapkan Dorong Ekonomi Kawasan
Selain memperlancar arus lalu lintas, proyek ini juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi di kawasan barat Surabaya.
Baca Juga: Tiga Flyover Baru Dibangun di Surabaya, Proyek senilai Rp4,7 triliun didukung Jerman
Menurut Hidayat, akses jalan yang lebih baik akan mempercepat mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa sehingga mampu mendukung pertumbuhan kawasan permukiman dan pusat ekonomi baru.
"Kami berharap ketika akses jalan sudah lebih lancar, mobilitas orang maupun distribusi barang menjadi lebih cepat. Dampaknya tentu akan meningkatkan aktivitas ekonomi dan pada akhirnya ikut mendongkrak pendapatan masyarakat di sekitar kawasan tersebut," jelasnya.
Berdasarkan data pengadaan, proyek pembangunan Jalan Flexible Pavement Kolektor Jalan Raya Wiyung menggunakan anggaran APBD Kota Surabaya sekitar Rp138 miliar.
Pemkot Surabaya menargetkan proyek strategis ini mampu memperkuat konektivitas antara Surabaya dan Kabupaten Gresik sekaligus menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi kemacetan di koridor Wiyung-Menganti.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surabaya