RADAR SURABAYA BISNIS - PT Terminal Teluk Lamong (PT TTL) berkolaborasi dengan Pusat Riset Sistem Biota (PRSB) BRIN untuk memetakan biota laut seperti plankton, makrobenthos, dan nekton di kawasan perairan mereka. Langkah strategis ini bertujuan menghadirkan data berbasis sains untuk memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung konsep pelabuhan ramah lingkungan (Green Port).
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, sebanyak tujuh peneliti BRIN telah melakukan riset lapangan untuk mengambil sampel dan mengidentifikasi keanekaragaman hayati di kawasan tersebut.
Selain sebagai dasar ilmiah pengelolaan lingkungan pelabuhan, hasil riset ini akan dibukukan dalam Wildlife Series 2: Biota Laut Kawasan Teluk Lamong sebagai media edukasi dan bukti nyata bahwa industri kepelabuhanan dapat tumbuh selaras dengan pelestarian alam.
Sekretaris Perusahaan PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, menyambut baik kerja sama ini dan menegaskan bahwa sebagai terminal peti kemas yang mengedepankan konsep Green Port, setiap langkah keberlanjutan perusahaan harus didukung oleh kajian ilmiah yang kredibel.
"Melalui kerja sama dengan BRIN, kami ingin memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi biota laut di kawasan Teluk Lamong, sehingga setiap langkah pengelolaan lingkungan yang kami lakukan memiliki dasar ilmiah yang kuat," ujar Syaiful Anam.
Ia menambahkan bahwa kehadiran langsung para peneliti BRIN di lapangan sangat penting untuk menghasilkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Syaiful berharap hasil riset ini tidak hanya berdampak positif bagi operasional perusahaan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta pelestarian ekosistem pesisir di Indonesia.
Dari pihak akademis, Peneliti Ahli Muda PRSB BRIN, Dr. Hanung Agus Mulyadi, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa sinergi ini merupakan langkah penting dalam melahirkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan yang membawa manfaat luas bagi masyarakat dan lingkungan. Berdasarkan hasil observasi awal di lapangan, ia memberikan sinyal positif terkait kondisi perairan di area operasional PT TTL.
"Secara umum kondisi biota laut di kawasan perairan PT Terminal Teluk Lamong menunjukkan indikasi yang baik. Keanekaragaman biota yang kami temukan, mulai dari plankton, makrobenthos, hingga nekton, menunjukkan bahwa ekosistem di kawasan ini masih mampu mendukung kehidupan berbagai organisme perairan," ungkap Dr. Hanung Agus Mulyadi.
Meski menunjukkan indikator positif, Hanung menjelaskan bahwa seluruh sampel yang dikumpulkan masih harus melewati tahapan analisis laboratorium yang lebih mendalam. Ia berharap hasil akhir penelitian ini dapat menjadi basis data ilmiah yang kokoh untuk mendukung pengelolaan pelabuhan berkelanjutan serta menjadi referensi penting bagi upaya konservasi pesisir di masa depan.
Melalui kolaborasi ini, PT TTL terus berupaya memperkuat budaya riset, inovasi, dan transparansi lingkungan. Sinergi antara dunia industri dan lembaga riset ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran para pemangku kepentingan akan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis logistik dan kelestarian ekosistem laut. (han)
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis