RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya secara resmi memulai proyek besar modernisasi terhadap 16 pasar tradisional di seluruh wilayah Kota Pahlawan.
Langkah strategis ini diambil guna mendongkrak daya saing pasar rakyat agar mampu bersaing di era modern, sekaligus menjamin kenyamanan dan higienitas bagi para pedagang maupun konsumen.
Proyek ambisius ini digawangi oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya dengan total alokasi anggaran mencapai Rp20 miliar.
Baca Juga: Tekan Biaya Operasional Laut, Pemerintah Sahkan Subsidi BBM Khusus Kapal Nelayan 30-200 GT
Anggaran tersebut dialokasikan secara komprehensif untuk perbaikan infrastruktur utama, penataan zonasi kawasan, serta pengadaan sarana pendukung yang higienis.
Kepala DPRKPP Kota Surabaya, Iman Krestian, mengonfirmasi bahwa seluruh tahapan revitalisasi saat ini berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Beberapa titik pasar bahkan telah memasuki fase akhir pengerjaan fisik.
"Beberapa pasar telah memasuki tahapan penyelesaian dan finishing, seperti Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Simogunung, dan Pasar Babaan Baru. Sebagian lainnya masih berada pada tahap pekerjaan struktur, utilitas, saluran, maupun proses pengadaan atau tender," ujar Iman Krestian saat memberikan keterangan resmi kepada media, Senin (13/7/2026).
Baca Juga: DJP Catat Penerimaan Pajak Rp74,8 Triliun, Melonjak 33,3 Persen, Ini Sumber Terbesarnya
Iman menambahkan, proyek ini tidak sekadar mempercantik estetika bangunan. Pemkot Surabaya berfokus pada pembenahan sistem sanitasi, drainase, penataan zonasi agar tidak memicu kemacetan lalu lintas, hingga penambahan kapasitas lapak seperti yang diterapkan di Pasar Tembok Dukuh dan Pasar Simogunung.
Menariknya, aspek kesehatan menjadi prioritas utama dalam modernisasi kali ini. Pemkot Surabaya menyematkan fasilitas modern penunjang higienitas lingkungan, mulai dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), alat penyaring minyak (*grease trap*), hingga penyediaan sentra pemotongan unggas yang bersih dan terstandarisasi.
Penyelesaian proyek Rp20 miliar ini ditargetkan rampung secara bertahap mulai pertengahan hingga akhir tahun 2026:
Baca Juga: Amankan Pasokan Listrik Nasional, ESDM Desak PLN Kebut Kontrak Batu Bara
- Juli 2026: Pasar Kembang, Pasar Simogunung, Pasar Babaan Baru, dan Pasar Karah. (Pasar Tembok Dukuh saat ini sudah memasuki tahap akhir atau finishing).
- Agustus 2026: Pasar Kedungsari, Pasar Kapasan, Pasar Gresik PPI, dan Pasar Gubeng Masjid.
- September 2026: Pasar Wonokromo, Pasar Genteng, dan Pasar Pucang Anom.
- Desember 2026: Pasar Pecindilan, Pasar Dukuh Kupang, dan Pasar Pakis.
Melalui standardisasi baru ini, Pemkot Surabaya optimistis eksistensi pasar tradisional akan tetap kokoh sebagai urat nadi perekonomian lokal yang bersih, aman, dan nyaman untuk dikunjungi masyarakat luas.
Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis