Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Putus Mata Rantai Rentenir, Prabowo Jadikan Koperasi Merah Putih Ujung Tombak Ekonomi Desa

Hany Akasah • Senin, 13 Juli 2026 | 11:47 WIB
RESMI DICABUT : Panselnas resmi menghapus penalti Rp100 juta bagi peserta seleksi pegawai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). (Foto : Istimewa)
KOPERASI MERAH PUTIH: Strategi Baru Prabowo Salurkan Subsidi dan Sejahterakan Petani (Foto : Istimewa)

RADAR SURABAYA BISNIS – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi instrumen utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus pusat pelayanan ekonomi yang terintegrasi. 

Hal ini disampaikannya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Presiden menjelaskan bahwa KDKMP dirancang untuk menghadirkan berbagai layanan esensial dalam satu atap. Nantinya, setiap kantor koperasi akan dilengkapi dengan toko sembako, layanan simpan pinjam, hingga apotek desa yang menyediakan obat generik dengan harga terjangkau.

Baca Juga: Tak Hanya jadi Simbol Perjuangan, Museum Pahlawan Buruh Marsinah di Nganjuk Tembus 4.500 Pengunjung

"Kita akan buka apotek di desa. Akan ada logistik desa, gudang, dan cold storage ruang pendingin supaya hasil petani tidak rusak, serta berbagai layanan ekonomi lainnya," ujar Presiden.

Gagasan ini lahir dari pengamatan panjang Prabowo sejak masih bertugas sebagai prajurit di berbagai daerah. 

Ia melihat langsung bagaimana masyarakat, khususnya petani, kerap terjerat utang berbunga tinggi dari rentenir karena minimnya akses pembiayaan selama masa tanam. Oleh karena itu, KDKMP akan difokuskan untuk menyediakan fasilitas simpan pinjam dengan bunga murah.

Baca Juga: Usung Semangat Growing the Future, Petrokimia Gresik Mantapkan Swasembada Pangan dan Transformasi Hijau

Selain sebagai pusat ekonomi, Kepala Negara menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih akan menjadi saluran utama dan ujung tombak distribusi barang bersubsidi dari pemerintah. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh subsidi rakyat tepat sasaran dan terhindar dari praktik penyelewengan.

"Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Barang subsidi rakyat tidak boleh diperdagangkan. Supaya yang membutuhkan, dialah yang terima," tegasnya.

Pemberdayaan ini tidak hanya menyasar sektor pertanian, tetapi juga nelayan. Pemerintah berkomitmen memperkuat koperasi nelayan melalui penyediaan gudang pendingin, pabrik es, hingga kapal penangkap ikan yang dikelola secara kolektif dengan sistem cicilan dari hasil usaha.

Baca Juga: Rupiah Ambles Tembus Rp18.129 per Dolar AS, Cetak Rekor Terendah Baru

Kehadiran KDKMP diproyeksikan akan memberikan dampak masif bagi perekonomian nasional. Presiden memproyeksikan perputaran dana hingga Rp223 triliun setiap tahunnya di pedesaan, serta potensi peningkatan pendapatan petani, peternak, dan nelayan yang mencapai Rp202 triliun. 

Melalui KDKMP, pemerintah menargetkan perbaikan sistem logistik nasional agar lebih efisien dan menekan biaya distribusi yang selama ini dinilai membebani ekonomi rakyat.

Baca Juga: Siap Tarik Jutaan Wisatawan, Begini Rencana Megah Restorasi Candi Prambanan hingga 2029

Editor : Hany Akasah
#Koperasi Merah Putih #prabowo #KDMP #ekonomi desa #subsidi