Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Siap Tarik Jutaan Wisatawan, Begini Rencana Megah Restorasi Candi Prambanan hingga 2029

Hany Akasah • Minggu, 12 Juli 2026 | 16:54 WIB
POLES CANDI: Kompleks Candi Prambanan siap direstorasi lewat kerja sama Indonesia-India, target rampung pada 2029.
POLES CANDI: Kompleks Candi Prambanan siap direstorasi lewat kerja sama Indonesia-India, target rampung pada 2029.

RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah Indonesia dan India resmi memulai proyek kerja sama bersejarah untuk merestorasi dan mengkonservasi kompleks Candi Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Proyek pemugaran ini ditargetkan rampung sebelum tahun 2029 guna melestarikan situs warisan budaya dunia UNESCO sekaligus mendongkrak daya tarik pariwisata.

Kesepakatan kolaborasi ini diresmikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi pada Rabu (8/7/2026). 

Baca Juga: Kemnaker Wajibkan Perusahaan Terdaftar WLKP untuk MagangHub 2026, Catat Tanggal Pentingnya

Dalam pelaksanaannya, proyek ini akan berfokus pada rekonstruksi 218 candi perwara (candi pendamping) di kawasan tersebut.

Kementerian Kebudayaan mencatat, tahap awal restorasi akan menyasar 54 candi di kawasan timur laut Prambanan. Menariknya, proses pemulihan ini tidak hanya mengandalkan metode konvensional, tetapi juga memanfaatkan teknologi modern seperti fotogrametri dan Kecerdasan Buatan (AI) dengan tetap mengutamakan standar ilmiah dan keaslian candi.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyambut positif langkah strategis ini. Juru Bicara Kemenpar, Nia Niscaya, menyatakan bahwa pemugaran ini akan meningkatkan kualitas Candi Prambanan sebagai magnet wisatawan domestik maupun mancanegara.

Baca Juga: Gerak Cepat Tutup Ratusan BUMN Tidak Sehat, Presiden Prabowo Tegaskan Kebangkitkan Industri Strategis

"Dengan adanya restorasi dan konservasi, selain memperkuat keberadaan Candi Prambanan sebagai situs sejarah, juga akan meningkatkan kualitas keberadaannya sebagai daya tarik wisata," ujar Nia di Jakarta.

Ke depannya, Kemenpar juga merancang paket layanan wisata kebugaran (wellness tourism) serta wisata sejarah dan budaya. Wisatawan diharapkan tidak hanya menikmati keindahan arsitektur, tetapi juga merasakan pengalaman otentik peradaban masa lampau.

Restorasi ini juga diproyeksikan membawa dampak signifikan terhadap kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari India. 

Baca Juga: Hasil Lelang Frekuensi Komdigi Keluar, XLSmart Kuasai 700 MHz, Telkomsel Rajai 2,6 GHz

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan turis India ke Indonesia mencapai 606.439 pada tahun 2023, dan terus meningkat menjadi 710.207 kunjungan pada 2024. Sepanjang 2026, Kemenpar menargetkan angka tersebut mampu menembus 750 ribu hingga 820 ribu kunjungan.

Candi Prambanan memiliki rekam jejak panjang dalam upaya pelestariannya. Sejak reruntuhannya ditemukan pada tahun 1733, pemugaran terus berlanjut melintasi berbagai era, mulai dari masa Hindia-Belanda, penyelesaian candi utama pada 1990, hingga rekonstruksi pasca-gempa 2006. 

Melalui kolaborasi terbaru ini, Candi Prambanan diharapkan kembali berdiri utuh sebagai simbol peradaban yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, seni, dan kemanusiaan.

Baca Juga: Tunggakan Capai Rp 36 Triliun, DJP Tagih 1,85 Juta Wajib Pajak Lewat Email

Editor : Hany Akasah
#candi prambanan #Indonesia-india #restorasi #wisata #infrasktruktur