Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Kemendikdasmen Perluas Akses Pelatihan Koding dan AI untuk Ratusan Ribu Guru

Hany Akasah • Jumat, 10 Juli 2026 | 18:58 WIB
GURU BERDAYA: Mendikdasmen dan Dirjen GTK tinjau pemaparan materi koding dan algoritma pada peluncuran PM-KKA.
GURU BERDAYA: Mendikdasmen dan Dirjen GTK tinjau pemaparan materi koding dan algoritma pada peluncuran PM-KKA.

RADAR SURABAYA BISNIS – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berupaya meningkatkan kualitas tenaga pendidik di era digital. 

Langkah nyata ini diwujudkan melalui perluasan akses Pelatihan Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial (PM-KKA) tahun 2026 bagi guru di seluruh pelosok Nusantara.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meluncurkan secara resmi Pelatihan Mandiri PM-KKA ini di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi DKI Jakarta, Kamis (9/7/2026). 

Baca Juga: Kinerja APBN Semester I 2026 Positif, Fokus Lindungi Daya Beli dan Dorong Ekonomi

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa guru memegang peranan krusial tidak hanya sebagai pengajar akademik, tetapi juga pembentuk karakter.

"Guru hebat bukan yang tahu segalanya, tapi yang mau belajar segalanya. Digitalisasi adalah arusnya, Ruang GTK adalah tempat peningkatan kompetensi guru," tegas Menteri Mu’ti.

Program ini hadir sebagai solusi atas kendala geografis dan biaya yang kerap menghambat guru untuk mengikuti pelatihan. Kini, guru dari Sabang sampai Merauke dapat mengakses modul pembelajaran, video, hingga berdiskusi dengan fasilitator secara langsung melalui kanal Ruang GTK pada Aplikasi Rumah Pendidikan.

Baca Juga: Khofifah Sebut Pasar Induk Banyuwangi Layak Jadi Rujukan Nasional, Ini Keunggulannya

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, memaparkan bahwa pelatihan PM-KKA tahun ini dirancang lebih terstruktur dengan mengkombinasikan dua jalur utama, yakni luring dan daring.

Pertama, jalur luring yang diimplementasikan melalui forum Kelompok Kerja (KKG/MGMP) menggunakan metode Teacher Experimental Training (TET). 

Melalui pendekatan ini, guru didorong untuk merancang solusi atas tantangan kelas nyata dan mempraktikkannya. Jalur ini juga memanfaatkan kebijakan Hari Belajar Guru yang dilangsungkan satu kali dalam sepekan.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 5,2 Persen, Tertinggi Kedua di ASEAN

Kedua, jalur daring melalui kanal Ruang GTK. Pada jalur ini, terdapat format Pelatihan Mandiri yang fleksibel bagi guru untuk belajar kapan saja, serta Diklat Bauran melalui Learning Management System (LMS) bagi mereka yang membutuhkan pendampingan terstruktur bersama fasilitator.

"Kita ingin memastikan bahwa filosofi Pembelajaran Mendalam yang Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan benar-benar hadir di ruang-ruang kelas, bukan berhenti sebagai konsep di atas kertas," ujar Nunuk.

Melalui sinergi jalur luring dan daring ini, Kemendikdasmen menargetkan program PM-KKA 2026 dapat menjangkau lebih dari 300.000 pendidik dan tenaga kependidikan yang tersebar di 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Hemat Devisa Rp177 Triliun, Indonesia Jadi Negara Pertama Terapkan Biodiesel B50

Editor : Hany Akasah
#pendidikan #pelatihan #online #kemendikdasmen #guru