RADAR SURABAYA BISNIS – Turnamen pramusim paling bergengsi di Tanah Air, Piala Presiden 2026, dipastikan akan kembali bergulir pada 25 Juli hingga 6 Agustus 2026.
Memasuki edisi kedelapan, PSSI menghadirkan gebrakan baru dengan mengundang klub-klub elite dari Asia Tenggara, sekaligus menaikkan total hadiah utama menjadi Rp6 miliar.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam konferensi pers di Studio Emtek, SCTV Tower, Jakarta (6/7), menyampaikan bahwa turnamen ini akan berlangsung di dua kota, yakni Bandung dan Surabaya.
Baca Juga: Era Marathon Series Meredup, Netflix Kini Hadapi Gempuran TikTok dan YouTube
Persib Bandung dan Persebaya Surabaya didapuk menjadi tuan rumah di fase grup.
"Turnamen ini akan sangat menarik karena mempertemukan klub-klub besar Indonesia dengan klub-klub terbaik dari Asia Tenggara. Kita akan melihat apakah klub Indonesia mampu menjaga prestasi dan bersaing menghadapi tim kuat, termasuk juara bertahan dari Thailand, Port FC," ujar Erick.
Total ada delapan klub yang akan berpartisipasi dan terbagi ke dalam dua grup dengan total 16 pertandingan. Lima klub lokal yang siap bertarung adalah Arema FC, Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan PSMS Medan.
Baca Juga: Lulusan SMK 2026 Melonjak, Bonus Demografi Terancam Jadi Bonus Pengangguran
Sementara tiga penantang dari negara tetangga meliputi Port FC (Thailand), Tampines Rovers (Singapura), dan DPMM FC (Brunei Darussalam).
Erick menambahkan, penyelenggaraan Piala Presiden ini mendapat perhatian khusus dari Presiden RI Prabowo Subianto sebagai bagian dari penguatan ekosistem sepak bola nasional.
Turnamen elite ini juga diharapkan berjalan beriringan dengan kompetisi pembinaan kelompok umur U-10 hingga U-19.
Baca Juga: IHSG Anjlok 34 Persen, Jumlah Investor Justru Naik Jadi 28,96 Juta, Ini Instrumen Favorit
Selain peningkatan kualitas kompetisi, Piala Presiden 2026 juga membawa misi ekonomi dan lingkungan. Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, mengumumkan adanya peningkatan signifikan pada nominal hadiah bagi sang juara.
"Hadiah juara Piala Presiden tahun ini kami tingkatkan menjadi Rp6 miliar dari sebelumnya Rp5,5 miliar," ungkap pria yang akrab disapa Ara tersebut.
Maruarar juga menekankan bahwa turnamen ini harus memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia juga menginstruksikan panitia untuk menerapkan prinsip daur ulang sampah selama pertandingan berlangsung.
Baca Juga: Mentan Lapor Presiden Prabowo: Stok Pangan Aman, Hilirisasi Pertanian Dikebut
Komitmen ini ditegaskan kembali oleh Ketua Organizing Committee (OC), Tsamara Amany. Pihaknya berjanji akan menghadirkan standar penyelenggaraan internasional yang mencakup pengelolaan sampah berkelanjutan (green football) dan pemberdayaan ekonomi lokal di sekitar stadion.
Dari sisi penyiaran, Direktur SCM Harsiwi Achmad mengapresiasi kepercayaan yang kembali diberikan kepada Emtek Grup sebagai mitra official broadcaster.
Berkaca dari kesuksesan tahun sebelumnya yang meraup rating hingga 21,2 persen, ia optimistis edisi 2026 akan mencatat rekor penonton yang lebih masif.
Baca Juga: Menteri PKP Apresiasi OJK, Optimalisasi SLIK Jadi Angin Segar buat Warga Beli Rumah
Editor : Hany Akasah