RADAR SURABAYA BISNIS - Kualitas dan kecepatan internet di Indonesia segera mengalami peningkatan yang signifikan. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) saat ini tengah menyiapkan tambahan spektrum frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz.
Langkah strategis ini diambil guna mempercepat transformasi digital nasional dan menekan ketertinggalan kualitas koneksi, terutama di luar wilayah perkotaan.
Proses seleksi penggunaan kedua pita frekuensi tersebut kini sedang berlangsung dan diikuti oleh tiga operator seluler utama di Tanah Air, yakni Indosat Ooredoo Hutchison, Telkomsel, dan XLSmart.
Baca Juga: Siapkan Lebih Banyak Pendidik Profesional, Seleksi PPG Calon Guru 2026 Resmi Dibuka
Tambahan spektrum ini diharapkan tidak hanya memperluas cakupan, tetapi juga memperbesar kapasitas layanan internet bagi masyarakat.
Dua pita frekuensi yang dialokasikan Komdigi memiliki karakteristik yang saling melengkapi dalam pengembangan jaringan 4G dan 5G.
Frekuensi 700 MHz merupakan pita frekuensi rendah dengan jangkauan sinyal yang luas dan daya penetrasi yang kuat, bahkan untuk menembus gedung atau wilayah geografis yang menantang.
Baca Juga: Ekonomi Tetap Solid, Menkeu Purbaya Tegaskan Indonesia Tidak Sedang Menuju Krisis
Spektrum yang dibuka pada rentang 703-738 MHz (uplink) dan 758-793 MHz (downlink) ini akan difokuskan untuk mengatasi blank spot dan memperluas akses internet di wilayah pedesaan hingga kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Sementara itu, frekuensi 2,6 GHz pada rentang 2.500-2.690 MHz bertindak sebagai frekuensi menengah yang menawarkan kapasitas sangat besar.
Spektrum ini disiapkan untuk menopang lonjakan trafik data di kawasan perkotaan yang padat penduduk, memastikan kelancaran aktivitas digital berat seperti streaming video, cloud gaming, hingga rapat virtual.
Dalam alokasi ini, Komdigi juga menetapkan komitmen tegas bagi operator pemenang. Selain kewajiban finansial seperti pembayaran biaya izin awal dan Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi tahunan, pemenang diwajibkan membangun infrastruktur nyata.
Operator harus menyediakan layanan 4G/LTE di desa-desa yang telah ditetapkan, serta mengimplementasikan jaringan 5G di sejumlah kota dan kabupaten sesuai target.
Dengan komitmen ini, pemerintah berharap pemerataan akses dan adopsi jaringan 5G di Indonesia dapat terakselerasi dengan maksimal.
Baca Juga: Strategi Komunikasi Digital Efektif, Terminal Teluk Lamong Sabet TOP Digital PR Award 2026
Editor : Hany Akasah