radarsurabayabisnis.id - Menteri Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengajak para pengembang perumahan di Jawa Timur untuk terus mendukung penyediaan rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Menurut menteri yang akrab disapa Ara tersebut, dukungan pengembang sangat penting untuk membantu pemerintah mengurangi backlog kepemilikan rumah yang hingga kini masih cukup tinggi.
Ajakan itu disampaikan Ara usai meninjau proyek rumah subsidi di Lawang Park Residence, Kabupaten Malang, Rabu (1/7) malam.
"Pengembang di Jawa Timur semangat menyiapkan rumah untuk rakyat," ujarnya.
Baca Juga: Prabowo Resmi Setujui KPR Subsidi 40 Tahun, Bunga Cicilan Rumah Tetap 5 Persen
Ara juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas FLPP yang telah disediakan pemerintah karena memberikan kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah pertama.
Pemerintah, lanjutnya, mempertahankan suku bunga FLPP sebesar 5 persen hingga akhir masa kredit dengan tenor yang dapat mencapai 40 tahun. Selain itu, uang muka atau down payment (DP) yang dibutuhkan juga relatif ringan, mulai dari 1 persen dari harga rumah.
"Masih banyak masyarakat yang belum memiliki rumah. Saya berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat ikut mendorong pemanfaatan program ini karena permintaannya pasti tinggi," katanya.
Pemerintah Siapkan Rusun Subsidi untuk Kurangi Backlog
Untuk mengatasi backlog perumahan di kawasan perkotaan, pemerintah juga menyiapkan hunian vertikal bersubsidi berupa rumah susun.
Sementara itu, penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) dilakukan melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah.
Baca Juga: Dongkrak Ekonomi Lokal, Skema BSPS 2026 Kucurkan Rp20 Juta per Rumah untuk Siswa Sekolah Rakyat
Ara menegaskan pemerintah akan terus mendorong berbagai skema pembiayaan dan pembangunan perumahan agar semakin banyak masyarakat memiliki akses terhadap hunian yang layak dan terjangkau.
Menteri PKP Nilai Kualitas Rumah Subsidi di Malang Sudah Baik
Dalam kunjungannya ke Lawang Park Residence, Ara menilai kualitas rumah subsidi di kawasan tersebut telah memenuhi standar, baik dari sisi konstruksi bangunan, kualitas air, maupun sistem drainase lingkungan.
"Airnya bagus, saya sudah mengecek kondisi rumahnya. Bagian dalam juga baik, temboknya tebal, lantainya tidak retak. Saya juga bertanya kepada warga dan kawasan ini tidak banjir," ujarnya.
Menurutnya, kualitas rumah subsidi harus tetap menjadi perhatian utama agar masyarakat tidak hanya mendapatkan hunian yang terjangkau, tetapi juga nyaman dan aman untuk ditempati dalam jangka panjang.
Warga Bisa Miliki Rumah Rp166 Juta dengan DP Rp1,6 Juta
Salah seorang penghuni Lawang Park Residence, Yeni, mengaku program FLPP sangat membantu dirinya untuk memiliki rumah dengan harga yang terjangkau.
Ia membeli rumah seharga Rp166 juta dengan uang muka sebesar Rp1,6 juta melalui skema FLPP dengan tenor kredit selama 20 tahun.
Rumah tersebut memiliki dua kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi, dan dapur.
"Setelah survei, proses BI Checking selesai dan langsung disetujui. Kurang dari dua bulan sudah akad. Angsuran per bulan Rp1.072.000," kata Yeni.
Pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa program FLPP masih menjadi salah satu solusi bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah dengan cicilan yang terjangkau dan bunga tetap dalam jangka panjang.
Editor : Hany Akasah