Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

2.645 ASN Pensiun Tahun Ini, Pemprov Jatim Ajukan 2.100 Formasi CPNS dan PPPK

Mus Purmadani • Rabu, 1 Juli 2026 | 16:26 WIB
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Jawa Timur, Indah Wahyuni, mengatakan jumlah formasi yang diusulkan masih berada di bawah jumlah ASN yang akan memasuki masa purna tugas.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Jawa Timur, Indah Wahyuni, mengatakan jumlah formasi yang diusulkan masih berada di bawah jumlah ASN yang akan memasuki masa purna tugas.

radarsurabayabisnis.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengusulkan sebanyak 2.100 formasi dalam rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2026. Usulan tersebut diajukan untuk menjaga kualitas pelayanan publik di tengah tingginya jumlah aparatur sipil negara (ASN) yang memasuki masa pensiun tahun ini.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Jawa Timur, Indah Wahyuni, mengatakan jumlah formasi yang diusulkan masih berada di bawah jumlah ASN yang akan memasuki masa purna tugas sepanjang 2026.

"(Jumlah) formasinya di bawah yang purna tugas ya. Tahun ini yang purna tugas itu sekitar 2.645 orang, jadi (formasi) sekitar 2.100," ujarnya, Rabu (1/7).

Jumlah Formasi Masih di Bawah ASN yang Pensiun

Menurut Indah, usulan formasi tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk mendapatkan persetujuan sebelum proses rekrutmen dimulai.

Baca Juga: Anggaran Rp295 Miliar Cair, Guru Madrasah Non-ASN Terima Insentif Rp1,5 Juta Mulai Akhir Juni 2026

Pemprov Jatim menilai penambahan ASN tetap diperlukan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu akibat banyaknya pegawai yang memasuki usia pensiun.

Formasi Tenaga Teknis Diprediksi Mendominasi

Meski rincian kebutuhan formasi masih dalam tahap pembahasan, Pemprov Jatim memperkirakan rekrutmen CPNS dan PPPK 2026 akan lebih banyak membuka formasi tenaga teknis yang dibutuhkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

Salah satu contohnya adalah kebutuhan tenaga ahli di sektor sosial yang memiliki kompetensi khusus dalam memberikan pelayanan kepada kelompok rentan, seperti lanjut usia maupun anak-anak yang membutuhkan penanganan khusus.

Baca Juga: 35 Ribu Guru ASN di Jatim Belum Terima TPG, THR dan Gaji ke-13, Tunggakan Capai Rp274 Miliar

Dinsos hingga PU Bina Marga Masih Kekurangan Tenaga Ahli

Indah mencontohkan, Dinas Sosial Jawa Timur masih membutuhkan tenaga profesional dengan kemampuan khusus untuk mendukung pelayanan sosial.

Selain itu, sektor infrastruktur juga membutuhkan tambahan tenaga teknis, terutama untuk mendukung pengawasan kualitas jalan di tengah meningkatnya kendaraan dengan muatan berlebih.

"Termasuk juga misalnya terkait masalah jalan. Dengan adanya banyak kendaraan yang overload, dibutuhkan tenaga ahli yang bisa menghitung ketebalan aspal yang sesuai. Di laboratorium milik PU Bina Marga juga sangat dibutuhkan tenaga teknis seperti itu," jelasnya.

Formasi Guru Masih Dalam Perhitungan

Sementara itu, terkait kemungkinan pembukaan formasi guru pada seleksi CPNS dan PPPK 2026, Indah belum merinci jumlah kebutuhan yang akan diajukan.

Menurutnya, seluruh kebutuhan ASN, termasuk tenaga pendidik, masih akan dihitung secara proporsional berdasarkan kebutuhan masing-masing instansi.

"Untuk guru nanti semuanya akan dihitung secara berimbang," pungkasnya.

Editor : Hany Akasah
#cpns jatim #pppk jatim #asn jatim #lowongan asn jatim