Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

KSTI 2026, Presiden Prabowo Ajak Perguruan Tinggi Jadi Motor Kemandirian Ekonomi

Hany Akasah • Minggu, 28 Juni 2026 | 15:10 WIB
DORONG KEMANDIRIAN EKONOMI : Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk jadi motor penggerak kemandirian ekonomi nasional melalui penguatan riset dan teknologi. (Foto : Istimewa)
DORONG KEMANDIRIAN EKONOMI : Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk jadi motor penggerak kemandirian ekonomi nasional melalui penguatan riset dan teknologi. (Foto : Istimewa)

 RADAR SURABAYA BISNIS -  Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026. Acara berskala nasional ini digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Jumat (26/06/2026).

Dalam forum tersebut, Kepala Negara mengajak seluruh perguruan tinggi untuk menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi nasional melalui penguatan riset, inovasi, sains, dan teknologi.

Acara diawali dengan laporan dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto.

Ia menyampaikan bahwa KSTI merupakan program inisiatif langsung dari Presiden Prabowo yang pertama kali diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Agustus 2025 lalu. Pada penyelenggaraan tahun kedua ini, antusiasme peserta melonjak drastis hingga mencapai ribuan pimpinan institusi dan akademisi.

Baca Juga: Masuk Uji Coba Tahap 3, CNG 3 Kg Bakal Beredar di Agen-Pangkalan Resmi

“Kami melaporkan bahwa Sarasehan Kebangsaan hari ini diikuti lebih dari 2.600 peserta yang terdiri atas 219 rektor, 44 direktur perguruan tinggi vokasi, enam ketua perguruan tinggi, 1.596 dosen, ilmuwan serta para peneliti termasuk dari BRIN sejumlah 300 peneliti. Kemudian lebih dari 635 mitra kolaborasi perguruan tinggi dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” ujar Brian dalam laporannya.

Brian menjelaskan bahwa ajang yang mengusung tema "Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia" ini sangat selaras dengan arah pembangunan pemerintah. Forum ini bertujuan untuk memperkuat sinergi nyata demi mendukung hilirisasi hasil penelitian di berbagai sektor strategis.

“Sarasehan yang diadakan pada hari ini merupakan rangkaian dari program KSTI 2026 dengan tujuan menguatkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan masyarakat agar ilmu pengetahuan benar-benar menjadi kekuatan dalam pembangunan bangsa. Di bawah arahan Bapak Presiden, kemenristekdikti bersama seluruh kampus memperkuat peran Perguruan Tinggi sebagai mitra strategis pemerintahan,” ungkap Brian menambahkan.

Sementara itu dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya forum ini.

Ia menegaskan bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak dapat dipisahkan dari kontribusi kampus sebagai pusat lahirnya ilmu pengetahuan, inovasi, dan sumber daya manusia unggul. Menurutnya, potensi besar para akademisi harus digerakkan secara maksimal.

Baca Juga: Ancaman PHK Ribuan Pekerja Meningkat, DPRD Jatim Minta Satgas PHK Dibentuk

"Saya selalu berpendapat bahwa para guru besar adalah orang-orang yang terpintar dari sebuah negara. Jadi, kalau negara mau bangkit, negara mau maju, memang harus dimanfaatkan atau digerakan potensi dan kemampuan dari kampus-kampus, dari universitas,” tutur Presiden.

Lebih lanjut, Kepala Negara mengungkapkan rasa hormat dan kebanggaannya karena dapat kembali berdialog langsung dengan para pemimpin perguruan tinggi se-Indonesia. Pertemuan ini tercatat sebagai kali keempat dirinya bertatap muka dengan para rektor sejak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

"Hari ini kita bisa hadir pada acara Sarasehan Kebangsaan dalam rangka Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia. Ini adalah kehormatan yang besar bagi saya untuk bisa bertemu bapak-bapak ibu-ibu sekalian. Saya pernah bertatap muka dengan para rektor dari seluruh Indonesia, dan ini adalah keempat kalinya saya sebagai Presiden. Dua kali di Istana Merdeka, satu kali di ITB,” kenang Presiden Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi yang luas bagi kalangan akademisi.

Baca Juga: Awas Penipuan Gaya Baru! OJK Blokir Ratusan Ribu Rekening Terkait Modus Drama China

Dengan demikian, berbagai hasil penelitian tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi dapat diimplementasikan menjadi solusi konkret di bidang ekonomi, industri, pangan, energi, kesehatan, hingga teknologi nasional. Komitmen ini pun disambut dengan respons positif dan optimisme tinggi dari para peserta yang hadir.

Acara pembukaan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 ini turut dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Jaksa Agung S.T. Burhanuddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (nov/han)

Editor : Hany Akasah
#KSTI 2026 #ekonomi #Presiden Prabowo #universitas #akademisi