Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Anggota DPD RI Lia Istifhama Optimisme Madura Bersiap Jadi Pusat Ekonomi Baru Jatim Pasca Peresmian Jalan 1.151 Km

Hany Akasah • Jumat, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB
LANGKAH STRATEGIS : nggota DPD RI asal Jatim, Lia Istifhama, mengapresiasi penuh proyek berbasis Inpres ini dan berharap dampaknya bisa langsung dirasakan nyata oleh masyarakat hingga ke pelosok desa. (IST/ RADAR SURABAYA BISNIS)
LANGKAH STRATEGIS : nggota DPD RI asal Jatim, Lia Istifhama, mengapresiasi penuh proyek berbasis Inpres ini dan berharap dampaknya bisa langsung dirasakan nyata oleh masyarakat hingga ke pelosok desa. (IST/ RADAR SURABAYA BISNIS)

RADAR SURABAYA BISNIS - Beberapa waktu lalu, Presiden Prabowo Subianto melakukan peresmian pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer oleh di Kabupaten Sampang, Selasa (23/6/2026). Kabupaten Sampang sendiri memiliki posisi strategis sebagai simpul konektivitas di Pulau Madura. 

Wilayah ini dilalui koridor jalan nasional Bangkalan–Sampang–Pamekasan–Sumenep yang menjadi tulang punggung transportasi, menghubungkan pelabuhan, pusat ekonomi, kawasan pendidikan, hingga sentra distribusi barang.

Dengan peningkatan kualitas jalan daerah, diharapkan mobilitas masyarakat semakin lancar, biaya distribusi menurun, dan pertumbuhan ekonomi di Madura dapat meningkat secara signifikan.

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi langkah pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur jalan daerah, khususnya di wilayah Madura. 

Baca Juga: Kopi Hutan Jatim Tumbuh Pesat, DPD RI Lia Istifhama Optimistis Potensi Desa Devisa Bisa Melejit

Menurut Ning Lia, pembangunan jalan daerah menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di wilayah kepulauan seperti Madura yang selama ini menghadapi tantangan konektivitas.

“Pengembangan jalan daerah ini sangat strategis, terutama bagi Madura. Infrastruktur yang baik akan membuka akses ekonomi, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perikanan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ning Lia.

Keponakan Gubernur Jatim itu menilai, kebijakan ini selaras dengan kebutuhan masyarakat di daerah, khususnya di Madura yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan.

“Dengan konektivitas yang semakin baik, Madura bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur. Ini momentum penting yang harus dimanfaatkan,” kata Ning Lia yang juga putri KH Maskur Hasyim tersebut.
Ning Lia Istifhama pun berharap pembangunan infrastruktur tidak berhenti di tahap peresmian, tetapi terus berlanjut hingga menyentuh desa-desa.

Baca Juga: Pemprov Jatim Raih WTP 11 Kali Berturut-turut, Senator Lia Istifhama: Bukti Transparansi Daerah yang Dongkrak Investasi

“Yang terpenting adalah keberlanjutan. Infrastruktur harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga ke tingkat paling bawah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menegaskan bahwa jalan daerah merupakan urat nadi perekonomian rakyat. Ia menyebut, keberadaan infrastruktur yang memadai akan menekan biaya logistik dan memperlancar distribusi barang dari desa ke pasar.

“Biaya angkut akan menjadi lebih murah kalau jalan-jalan cukup dan ada konektivitas antara pusat produksi dan permukiman,” tegas Prabowo.
Ia juga menekankan komitmen pemerintah untuk memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal akibat keterbatasan akses infrastruktur.

“Kita bertekad tidak boleh ada daerah yang tertinggal hanya karena akses yang terbatas. Kita harus turunkan biaya logistik untuk seluruh rakyat,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pembangunan jalan tersebut merupakan implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah.
Program ini bertujuan memperkuat rantai pasok nasional dengan menghubungkan wilayah produksi ke pasar secara lebih efisien dan berkelanjutan. Seluruh proyek, lanjut Dody, telah selesai 100 persen dengan pengawasan mutu yang ketat.

Di sisi lain, Presiden Prabowo juga mengingatkan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga dan memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun.
“Kualitasnya sudah baik, ini harus dijaga. Semua penggunaan anggaran rakyat harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya. (han)

Editor : Hany Akasah
#madura #Ning Lia #Lia Istifhama #Jalan Daerah #Presiden Prabowo