radarsurabayabisnis.id - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan keterbatasan lahan tidak menjadi hambatan bagi desa maupun kelurahan dalam menjalankan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Berbagai solusi telah disiapkan agar koperasi tetap beroperasi dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan kegiatan pasar murah, penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya sebagai bagian dari aktivitas Koperasi Merah Putih.
Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan desa yang belum memiliki lahan untuk pembangunan gedung KDKMP tidak perlu khawatir. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan membantu mencarikan solusi dengan memanfaatkan aset yang tersedia.
"Tadi sudah kita sampaikan, bagi desa yang belum memiliki lahan akan kita carikan solusi. Apabila ada tanah milik Pemerintah Daerah yang bisa digunakan, maka akan kita bantu. Kalau ada aset desa atau kelurahan yang bisa dimanfaatkan, juga akan kita bantu," ujar Subandi, Kamis (18/6).
Baca Juga: 1.061 Koperasi Merah Putih Mulai Beroperasi, 9.200 Unit Lain Hampir Rampung
Menurutnya, keberadaan bangunan bukan satu-satunya syarat agar Koperasi Merah Putih dapat berjalan. Desa dan kelurahan tetap bisa menjalankan berbagai kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
"Koperasi Desa Merah Putih tetap bisa berjalan dengan kegiatan-kegiatan lain seperti pasar murah, penjualan beras SPHP, minyak goreng dan kebutuhan masyarakat lainnya. Saat ini kita sedang menggerakkan program beras murah, termasuk penjualan minyak dan kebutuhan pokok lainnya," jelasnya.
Subandi menambahkan, program pasar murah yang selama ini telah berjalan di sejumlah desa akan terus diperkuat sebagai bagian dari aktivitas ekonomi Koperasi Merah Putih. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Baca Juga: 35.476 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Wajib Ikut Latihan Militer, Ini Tujuannya
"Jadi meskipun tidak memiliki lahan untuk bangunan koperasi, Koperasi Merah Putih tetap bisa berjalan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing desa," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo Edi Kurniadi mengungkapkan masih terdapat sejumlah desa yang belum memiliki lahan atau masih dalam proses perubahan status lahan.
"Ada beberapa desa yang lahannya belum tersedia atau masih dalam proses perubahan status lahan dan sebagainya. Terkait bangunan, nantinya akan ada dukungan dari Agrinas," katanya.
Edi menjelaskan bahwa proses pembentukan Koperasi Merah Putih terus berjalan di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo. Hingga saat ini, sebanyak 93 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah selesai dibangun dan siap beroperasi.
Jumlah tersebut merupakan bagian dari target pembentukan 346 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang akan hadir di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Sidoarjo.
Pemkab Sidoarjo optimistis percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih akan memperkuat perekonomian desa, memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, serta menciptakan pusat kegiatan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga.
Editor : Hany Akasah