RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah mengebut persiapan lelang ulang dua proyek infrastruktur jalan tol berskala masif, yakni Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) dan Tol Gilimanuk-Mengwi.
Langkah strategis ini diambil guna menekan beban capital expenditure (capex) dan meningkatkan daya tarik investasi bagi calon pemodal.
Tol Getaci, yang diproyeksikan menjadi jalan bebas hambatan terpanjang di Indonesia, kini secara resmi mendapatkan dukungan berupa Project Development Facility (PDF) dari Kemenkeu.
Baca Juga: Perkuat Ekonomi Makro, Pemerintah Dorong Sektor Pangan hingga Energi
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur (DJPI) Kementerian PU, Ni Komang Rasminiati, mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini sedang memperbarui dokumen studi kelayakan (feasibility study/FS).
"Nanti Kementerian Keuangan yang akan menugaskan kepada BUMN di bawahnya untuk melaksanakan penyiapan dokumen-dokumen atau penyiapan proyek tadi," jelas Komang, Jumat (5/6/2026).
Fasilitas PDF ini diharapkan mencakup seluruh tahapan krusial, mulai dari penyiapan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), dokumen perencanaan pengadaan tanah (DPPT), hingga proses lelang rampung. Proses penyiapan ekstensif ini diestimasikan akan memakan waktu sekitar dua tahun.
Baca Juga: Lewat Dua Strategi Ini, Pemerintah, DPR dan BI Bersinergi Dongkrak Kepercayaan Pasar terhadap Rupiah
Sebagai catatan, proyek Tol Getaci sepanjang 206,65 kilometer ini sebelumnya telah memiliki Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT).
Namun, konsorsium BUMN-Swasta pemenang tender terpaksa mundur di tengah jalan menyusul adanya restrukturisasi pada salah satu Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang tergabung di dalamnya.
Selain Getaci, manuver penyesuaian kelayakan investasi juga dilakukan pada proyek Tol Gilimanuk-Mengwi di Bali. Kementerian PU memutuskan untuk melakukan rescoping atau pengurangan lingkup proyek guna menekan kebutuhan belanja modal.
Baca Juga: Lindungi Pengrajin Tahu Tempe hingga Ibu Rumah Tangga, Pemerintah Jaga Stabilitas Rupiah
Pada rencana awal, jalan tol ini dirancang membentang sepanjang 90 kilometer dari Gilimanuk hingga Mengwi. Namun, melalui pembaruan studi kelayakan, target rute kemungkinan besar akan dipangkas hanya menjadi rute Pekutatan-Mengwi dengan panjang sekitar 42 kilometer.
Pengurangan lingkup proyek ini merupakan strategi kalkulatif agar tingkat kelayakan investasi proyek menjadi lebih rasional dan menguntungkan di mata calon investor baru.
Pemerintah menargetkan seluruh pembaruan dokumen studi kelayakan dan izin terkait untuk kedua proyek jalan tol ini dapat diselesaikan pada tahun 2025, sehingga dapat segera memasuki tahapan lelang pengusahaan jalan tol berikutnya.
Baca Juga: Realisasi Pajak Capai Rp834,4 Triliun, Bukti Riil Ekonomi Membaik
Editor : Hany Akasah